Peserta pelatihan Juleha Tuban praktik pemotongan daging di RPH Bancar, sebagai bagian dari peningkatan keterampilan penyembelihan sesuai standar halal dan higienis. (agus)

Antusiasme Tinggi, Peserta Juleha Tuban Jalani Praktik Penyembelihan di RPH Bancar

Tubankab – Sebanyak 40 peserta mengikuti pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) yang dilaksanakan pada 28–29 April oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP2P) Kabupaten Tuban. Para peserta merupakan takmir masjid dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Tuban.

Kepala DKP2P Tuban, Eko Julianto, menjelaskan pelatihan ini memiliki urgensi bagi peserta. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan takmir masjid dalam penyembelihan hewan sesuai syariat dengan prinsip Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH). Pelaksanaan praktik di RPH juga menjadi upaya menghadirkan metode pembelajaran yang aplikatif dan berbasis lapangan.

Pada hari pertama, pelatihan dilaksanakan di P4S Bumi Peternakan Wahyu Utama, Bancar, dengan penyampaian materi oleh perwakilan Balai Besar Peternakan Kota Batu. Materi meliputi pemeriksaan hewan kurban, penanganan daging yang benar, serta prinsip penyembelihan sesuai syariat Islam.

Selanjutnya, pada hari kedua, kegiatan dilaksanakan di Rumah Potong Hewan Ruminansia (RPH-R) Bancar dengan menitikberatkan praktik lapangan, meliputi penyembelihan hewan kurban dan penanganan daging secara langsung, Rabu (29/4).

Sejak awal kegiatan, antusiasme peserta terlihat tinggi. Peserta mengikuti setiap tahapan dengan serius, mulai dari persiapan alat, teknik penyembelihan, hingga penanganan daging kurban. Kegiatan praktik menjadi momen yang dinantikan karena peserta dapat langsung mengaplikasikan materi yang diperoleh pada hari sebelumnya.

Salah satu peserta asal Desa Tuwiri Kulon, Kecamatan Merakurak, Mamat, mengaku memperoleh banyak pengalaman baru selama mengikuti pelatihan. Ia menyebut materi yang diberikan tidak hanya teori, tetapi juga keterampilan teknis yang bermanfaat.

“Banyak sekali ilmu yang kami dapatkan, mulai dari cara mengasah pisau dengan benar, cara menyembelih yang halal, sampai bagaimana membagi dan memotong daging sesuai bagian-bagiannya,” ujarnya.

Menurutnya, pelatihan ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga memberikan bekal keterampilan yang dapat langsung diterapkan, khususnya saat pelaksanaan kurban.

Mamat berharap pelatihan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar semakin banyak masyarakat memiliki kompetensi sebagai juru sembelih halal.

Ia juga mengapresiasi fasilitas yang diberikan selama pelatihan. “Peralatannya lengkap sekali, mulai dari sarung tangan, masker, penutup rambut, celemek, sepatu, sampai pisau. Ini sangat membantu kami saat melakukan praktik di lapangan,” tambahnya.

Sementara itu, pemateri dari BBPP Batu, Eko Saputro, menilai meskipun sebagian besar peserta tidak memiliki latar belakang profesi penyembelih, semangat belajar mereka sangat tinggi. “Mereka sangat antusias karena ini ilmu baru. Biasanya hanya memotong tanpa tahu klasifikasi daging, sekarang mereka dikenalkan dengan potongan utama seperti tenderloin dan sirloin yang punya nilai ekonomi lebih,” jelasnya.

Eko Saputro menekankan pelatihan ini memiliki manfaat penting, tidak hanya dari sisi keterampilan, tetapi juga dalam menjamin kehalalan produk daging yang dikonsumsi masyarakat. Tujuan utamanya agar tersedia daging halal dan thayyib bagi masyarakat. “Proses penyembelihan harus sesuai syariat, karena di titik ini sangat krusial, bisa menentukan daging itu halal atau tidak,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu menerapkan teknik penyembelihan yang benar dan higienis serta memahami standar pengolahan daging yang lebih baik. Selain itu, peserta diharapkan dapat menularkan ilmu kepada masyarakat di lingkungan masing-masing sehingga pelaksanaan kurban berjalan tertib, aman, dan sesuai syariat Islam. (agus/yavid)

comments powered by Disqus