Wakil Bupati Tuban Joko Sarwono memimpin apel kesiapan pengamanan malam takbir dan Idulfitri 1447 H di Alun-alun Tuban. (yavid)

Apel Pengamanan Idulfitri, Ratusan Personel Siaga Jaga Malam Takbir di Tuban

Tubankab - Menjelang malam takbiran, suasana Alun-alun Tuban mulai dipenuhi kesibukan. Ratusan personel gabungan bersiap mengikuti apel pengamanan, Jumat (20/3) sore. Mereka akan bertugas memastikan warga dapat merayakan Idulfitri dengan aman dan tenang.

Dalam kegiatan tersebut, apel kesiapsiagaan melibatkan unsur TNI, Polri, Satpol PP, perangkat daerah, hingga tokoh masyarakat dan ulama. Hadir pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Tuban Drs. Joko Sarwono yang memimpin apel menyebut bahwa pengamanan difokuskan pada dua momen utama, yakni malam takbir dan pelaksanaan Salat Idulfitri keesokan harinya.

“Apel ini berkaitan dengan pelaksanaan malam takbir dan Salat Idulfitri yang akan dilaksanakan besok pagi,” ujar Joko di lokasi.

Selanjutnya, di tengah meningkatnya mobilitas warga yang ingin berkumpul dengan keluarga dan bersilaturahmi, menurut dia, kehadiran petugas menjadi bagian penting untuk menjaga rasa aman. Ia menegaskan, seluruh personel membawa tanggung jawab yang sama. “Melalui kesiapsiagaan ini, seluruh personel memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan, kenyamanan, dan pengamanan kepada masyarakat, khususnya di Kabupaten Tuban,” katanya.

Sementara itu, sebanyak sekitar 340 personel disiagakan dan ditempatkan di sejumlah titik strategis. Mereka tidak hanya berjaga, tetapi juga berinteraksi langsung dengan masyarakat. Pendekatan ini diharapkan mampu menjaga situasi tetap kondusif tanpa menimbulkan ketegangan.

Di sisi lain, pemerintah daerah mengingatkan warga agar merayakan Idulfitri secara sederhana. Imbauan ini disampaikan untuk mencegah potensi gangguan ketertiban, terutama dari penggunaan petasan dan kembang api. “Dalam merayakan Idulfitri, diharapkan dilakukan secara sederhana dan tidak berlebihan,” tegas Joko.

Lebih lanjut, petugas di lapangan pun diminta mengedepankan cara-cara persuasif dalam setiap penanganan. Pendekatan ini dilakukan dengan mengutamakan dialog, imbauan langsung, serta edukasi kepada masyarakat yang masih menyalakan petasan atau melakukan aktivitas berisiko. Dengan cara tersebut, aparat berharap potensi gangguan dapat dicegah tanpa memicu konflik di lapangan.

“Kami tetap melakukan patroli. Personel TNI, Polri, dan instansi terkait akan mengedepankan pendekatan persuasif. Kami tidak mengutamakan tindakan represif,” ujarnya.

Dengan demikian, melalui langkah tersebut, pemerintah daerah berharap masyarakat dapat menikmati malam takbir dan Hari Raya Idulfitri dengan rasa aman, tanpa gangguan, serta tetap menjaga ketertiban bersama. (yavid)

comments powered by Disqus