Forum Konsultasi Publik Dispersip Tuban menjadi ruang dialog bersama pemangku kepentingan untuk menyempurnakan layanan perpustakaan dan kearsipan. (yavid)

Dispersip Tuban Himpun Masukan Publik, Perkuat Layanan Literasi dan Kearsipan

Tubankab - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Tuban menghimpun masukan lintas sektor untuk memperkuat layanan perpustakaan dan kearsipan melalui Forum Konsultasi Publik (FKP) di Auditorium Lantai 2 Perpustakaan Umum Daerah Tuban, Senin (25/5). Forum tersebut menjadi ruang evaluasi standar pelayanan publik sekaligus menyerap kebutuhan masyarakat terhadap layanan literasi dan pengelolaan arsip.

Dalam forum itu, sejumlah isu strategis mengemuka. Mulai pelestarian naskah kuno, penguatan budaya literasi anak, pembaruan koleksi literasi digital, hingga penataan arsip sejarah daerah. Berbagai komunitas, akademisi, media, hingga perangkat daerah turut menyampaikan masukan terkait layanan yang selama ini dijalankan Dispersip.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dispersip Tuban, Drs. Endro Budi Sulistyo dalam sambutannya  mengatakan bahwa terselenggaranya FKP ini menjadi ruang dialog partisipatif antara pemerintah dan masyarakat untuk menyempurnakan standar pelayanan publik. Menurut dia, forum tersebut tidak sekadar memenuhi amanat regulasi, tetapi juga menjadi sarana menyusun solusi bersama terhadap berbagai kebutuhan layanan perpustakaan dan kearsipan.

“Melalui forum ini kami ingin mendengar langsung masukan masyarakat dan para pemangku kepentingan, sehingga layanan perpustakaan dan kearsipan semakin relevan, mudah diakses, dan memberi manfaat lebih luas,” ujar Endro.

Lebih lanjut, Dispersip memaparkan berbagai layanan pada urusan perpustakaan dan kearsipan. Pada layanan perpustakaan, penguatan dilakukan melalui pengembangan perpustakaan digital seperti TULIB dan TIBA di Tuban, perpustakaan keliling, dongeng anak dan membaca nyaring (read aloud), pendampingan literasi, hingga pembinaan perpustakaan berbasis inklusi sosial. Sementara pada bidang kearsipan, fokus diarahkan pada penyelamatan arsip, restorasi, alih media, hingga pengelolaan arsip berbasis digital.

Selain itu, sejumlah masukan peserta turut menjadi perhatian. Komunitas Tuban Bercerita meminta Dispersip lebih komprehensif dalam mempublikasikan arsip yang dimiliki, termasuk arsip berbahasa Belanda seperti dokumen pencalonan Bupati Tuban yang termuat dalam surat kabar Belanda maupun arsip sejarah lainnya. Sementara itu, Kompor Donat mendorong penguatan literasi anak melalui kegiatan dongeng dan read aloud di berbagai wilayah.

Sejalan dengan itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tuban terus berupaya menjadi naungan sekaligus wadah kolaborasi bagi berbagai komunitas penggiat literasi dan kearsipan. Langkah tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan budaya baca, pelestarian arsip, serta pemberdayaan masyarakat melalui berbagai kegiatan literasi dan edukasi.

Usai pemaparan, forum dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Pada sesi ini, peserta menyampaikan tanggapan serta rekomendasi yang selanjutnya menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan standar pelayanan publik di lingkungan Dispersip Tuban. (yavid)

comments powered by Disqus