DKP2P Tuban Pastikan Hewan Kurban Sehat dan Aman, Pengawasan Dilakukan hingga Hari H Iduladha 1447 H
- 21 May 2026 20:56
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 20
Tubankab – Pemkab Tuban melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP2P) Kabupaten Tuban memastikan kesiapan pelaksanaan Hari Raya Iduladha 1447 H/2026 M berjalan aman, sehat, dan sesuai syariat. Berbagai langkah pengawasan dan pemeriksaan kesehatan hewan kurban terus dilakukan guna menjamin masyarakat memperoleh daging kurban yang ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP2P) Kabupaten Tuban, Eko Julianto, menjelaskan persiapan Iduladha telah dilakukan sejak jauh hari. Di antaranya, dengan melakukan sosialisasi dan pembinaan teknis kepada takmir masjid terkait tata cara pemilihan dan penyiapan ternak kurban, prosedur penyembelihan, penanganan, hingga distribusi daging kurban.
Selain itu, DKP2P juga melakukan pemeriksaan kesehatan ternak di peternakan sapi, kambing, dan domba, termasuk pengawasan di lapak penjualan hewan kurban serta pasar hewan di Kecamatan Semanding, Kerek, Jatirogo, dan Parengan. “Tujuannya agar masyarakat mendapatkan daging kurban yang ASUH serta memastikan hewan yang diperjualbelikan dalam kondisi sehat dan layak,” ungkapnya, Rabu (21/5/2026).
Guna memastikan kondisi hewan tetap aman, DKP2P menerjunkan dokter hewan di masing-masing kecamatan untuk rutin melakukan pemantauan penyakit ternak di wilayah kerja mereka. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap ternak yang akan dilalu lintaskan antarkecamatan melalui penerbitan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).
DKP2P juga terus melaksanakan vaksinasi gratis Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sejak awal tahun sebagai langkah pencegahan. Layanan vaksinasi tersebut turut diberikan kepada peternak yang menyiapkan ternaknya sebagai hewan kurban. “Sampai saat ini kasus penyakit hewan menular masih dapat dikendalikan,” jelasnya.
Tak hanya di peternakan dan pasar hewan, lanjut Eko Julianto, pemeriksaan kesehatan juga dilakukan di masjid, instansi, maupun lokasi penyembelihan hewan kurban. Pemeriksaan dilakukan sebelum penyembelihan dengan mengecek kondisi fisik ternak, mulai dari mata, hidung, telinga, kulit, suhu tubuh, hingga alat gerak guna memastikan hewan dalam kondisi sehat.
Pemeriksaan dilakukan sejak sebelum Hari Raya Iduladha, saat hari pelaksanaan, hingga setelah penyembelihan oleh dokter hewan dan inseminator di seluruh wilayah Kabupaten Tuban maupun berdasarkan permintaan takmir masjid dan masyarakat.
Mantan Camat Semanding ini berharap pelaksanaan Iduladha dapat berjalan lancar, aman, dan membawa keberkahan bagi masyarakat. Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kesehatan hewan ternak serta mematuhi anjuran petugas demi terciptanya pelaksanaan kurban yang sehat dan sesuai syariat. “Harapan kami seluruh masyarakat Kabupaten Tuban dapat melaksanakan ibadah kurban dengan tenang, aman, dan nyaman,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan DKP2P Tuban, Pipin Diah Larasati, menambahkan DKP2P menurunkan personel yang terdiri dari dokter hewan, paramedik veteriner, pengawas bibit ternak, dan pengawas mutu pakan. Pengawasan juga melibatkan PDHI (Persatuan Dokter Hewan Indonesia) Tuban serta Paravetindo Tuban. Masyarakat yang membutuhkan layanan maupun konsultasi kesehatan hewan kurban dapat menghubungi Call Centre Bidang Kesehatan Hewan DKP2P di nomor 085234336601.
Lebih lanjut, penyakit yang saat ini menjadi perhatian adalah PMK dan LSD (Lumpy Skin Disease) atau penyakit lato-lato. Meski demikian, kedua penyakit tersebut bukan penyakit zoonosis sehingga tidak menular kepada manusia dan dagingnya tetap aman dikonsumsi.
Petugas juga memantau proses penyembelihan sesuai prinsip kesejahteraan hewan serta melakukan pemeriksaan terhadap daging dan jeroan. Jika ditemukan indikasi penyakit tertentu, bagian yang terindikasi akan disarankan untuk dimusnahkan.
Pipin Diah mengatakan petugas mengimbau apabila ditemukan hewan sakit sebelum disembelih, maka hewan tersebut dipotong paling akhir apabila jumlah hewan kurban lebih dari satu. Selain itu, bagian jeroan disarankan direbus terlebih dahulu dan tidak dibagikan dalam kondisi segar.
DKP2P juga mengimbau masyarakat agar lebih teliti dalam memilih hewan kurban. Hewan kurban yang sehat ditandai dengan mata jernih, hidung basah tanpa cairan kental, mulut tidak sariawan, bulu mengilap, serta tidak cacat fisik seperti buta atau pincang. Selain itu, hewan juga harus cukup umur sesuai syariat Islam, telah divaksin, dan sudah diperiksa petugas berwenang. “Kami juga berharap kesadaran masyarakat untuk memilih ternak yang sehat dan telah diperiksa petugas semakin meningkat sehingga kualitas daging kurban yang dibagikan benar-benar aman dikonsumsi,” pungkasnya. (agus/yavid)










