Koordinator Pengawas SD Kabupaten Tuban, Rindatutik, menyampaikan arahan pada pelatihan INOVASI IN2 di Aula Kordik Montong. (ist)

Dorong Pembelajaran Mendalam, Guru di Montong Ikuti Pelatihan Strategi Bertanya

Tubankab - Program pembelajaran mendalam kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Dinas Pendidikan bersama INOVASI Jawa Timur kembali berlanjut di Kecamatan Montong. Pada Senin (25/5), guru-guru sekolah dasar mengikuti refleksi sekaligus pelatihan Unit IN ke-3 yang bertempat di Aula Koordinator Pendidikan (Kordik) Montong. Kegiatan tersebut menitikberatkan pada penguatan strategi bertanya, probing, dan pemberian umpan balik untuk membangun kemampuan berpikir kritis siswa.

Kegiatan ini menjadi lanjutan dari pelatihan sebelumnya dalam siklus pembelajaran mendalam yang telah berlangsung beberapa pekan lalu. Selain merefleksikan praktik pembelajaran di sekolah, peserta juga mendapatkan penguatan materi agar dapat diterapkan secara bertahap di ruang kelas.

Koordinator Pengawas SD Kabupaten Tuban, Rindatuti, menjelaskan bahwa pada IN ke-3 ini peserta mempelajari unit probing. Menurut dia, probing merupakan teknik menggali pertanyaan atau mengembangkan pertanyaan berdasarkan jawaban siswa agar proses belajar berlangsung lebih mendalam.

“Harapannya, siswa terbiasa memberikan jawaban yang lebih mendalam sehingga berdampak pada kemampuan berpikir kritis. Guru juga dilatih untuk membiasakan siswa menyusun pertanyaan yang memungkinkan munculnya beragam jawaban,” ujarnya.

Selain itu, Rinda—sapaannya mengatakan bahwa guru diharapkan mampu menerapkan teknik probing secara konsisten dalam pembelajaran di kelas. Dengan demikian, siswa tidak hanya terbiasa menjawab pertanyaan, tetapi juga aktif bertanya dan mengembangkan cara berpikir kritis.

Lebih lanjut, ia menyebut program tersebut tidak berhenti pada pelatihan semata. Setelah kegiatan berlangsung, guru akan melaksanakan OJL (On the Job Learning) ketiga di sekolah masing-masing dengan pendampingan untuk melihat perkembangan implementasi pembelajaran.

“Kami ingin mengetahui progres sebelum dan sesudah materi ini diterapkan. Karena itu, program ini akan terus berkelanjutan sebagai bagian evaluasi implementasi pembelajaran,” kata Rindastutik.

Sementara itu, Education Coordinator INOVASI Jawa Timur, Anhar Putra Iswanto, menyampaikan pelatihan dirancang lebih bertahap agar guru memiliki waktu memperdalam materi sekaligus menerapkannya di sekolah. Menurut dia, perubahan pembelajaran membutuhkan proses dan konsistensi dari para pendidik.

“Pembelajaran mendalam tidak akan terjadi tanpa perubahan cara berpikir kita sebagai pendidik. Guru juga perlu terus belajar bagaimana membantu murid belajar sesuai kebutuhan masing-masing,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Anhar menegaskan materi strategi bertanya dan memberi umpan balik menjadi bagian penting dalam pembelajaran mendalam. Sebab, keterampilan tersebut dapat membantu guru membangun keberanian siswa untuk bertanya, menyampaikan pendapat, serta terlibat aktif dalam proses belajar di kelas.

Melalui pelatihan berkelanjutan ini, Pemerintah Kabupaten Tuban bersama program INOVASI berharap kualitas pembelajaran di sekolah dasar terus meningkat seiring penguatan kapasitas guru dalam menerapkan pembelajaran mendalam. (yavid)

comments powered by Disqus