Gubernur Jatim Tekankan Sinergi TPID dan TP2DD, Bupati Tuban Siap Perkuat Pengendalian Inflasi dan Digitalisasi
- 26 February 2026 17:56
- Yavid
- Kegiatan Bupati dan Wakil Bupati,
- 53
Tubankab - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah dan Tim Percepatan serta Perluasan Digitalisasi Daerah se-Jawa Timur Tahun 2026 di Gedung Negara Grahadi, Kamis (26/2). Pertemuan diikuti bupati dan wali kota se-Jawa Timur, termasuk Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, S.E.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Tuban didampingi Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah Kabupaten Tuban Sodikin, S.E., M.A.P serta Kepala Bagian Perekonomian, Sumber Daya Alam, dan Administrasi Pembangunan Setda Tuban Handrijanto, S.E.
Dalam arahannya, Gubernur Jawa Timur, Dr. (H.C.) Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si menekankan pentingnya sinergi TPID dan TP2DD untuk menjaga pertumbuhan ekonomi daerah. Kolaborasi kedua tim dinilai menjadi kunci dalam pengendalian inflasi, stabilitas harga kebutuhan pokok, serta percepatan transformasi digital di tingkat kabupaten dan kota.
Pengendalian inflasi, menurutnya, harus dimaknai sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat, mengingat konsumsi rumah tangga berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.
Selain itu, ia meminta pemerintah daerah mengoptimalkan pemanfaatan produk pangan lokal, terutama sektor perikanan dan peternakan, guna mengurangi ketergantungan impor dan mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis.
Selanjutnya, gubernur juga menginstruksikan kepala daerah melakukan pemantauan harga dan pasokan secara real-time, memperkuat koordinasi daerah produsen dan konsumen, serta mempercepat integrasi layanan digital untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan.
“Kepala daerah bersama tim wajib turun langsung memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga di pasaran,” tegasnya.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Bupati Tuban menyatakan kesiapan Pemerintah Kabupaten Tuban memperkuat pengendalian inflasi dan digitalisasi. Salah satunya melalui Pasar Murah Ramadan 2026 di 20 kecamatan dengan menyediakan sembilan komoditas strategis di bawah harga pasar untuk menjaga daya beli masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.
Selain itu, Pemkab Tuban meluncurkan program E-Retribusi yang dikembangkan BPKPAD Tuban sebagai sistem pembayaran retribusi berbasis elektronik. Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan Bank Indonesia dan Bank Jatim untuk memperkuat integrasi transaksi digital daerah.
“Pemkab Tuban siap memperkuat pengendalian inflasi dan transformasi digital sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Mas Lindra—sapaan akrab Bupati Tuban.
Pertemuan tersebut menegaskan komitmen pemerintah provinsi dan kabupaten serta kota di Jawa Timur dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah melalui langkah yang terukur dan kolaboratif. (dadang/yavid)










