Harkitnas 118 Tahun 2026, Gubernur Jatim Sampaikan Pesan
- 20 May 2026 10:45
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 132
Tubankab – Pemprov Jawa Timur menggelar Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026 di halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (20/5). Upacara dipimpin langsung Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, selaku inspektur upacara dan diikuti jajaran Forkopimda, Sekdaprov Jatim, ASN, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa makna kebangkitan nasional saat ini tidak hanya berkaitan dengan kedaulatan teritorial, tetapi juga mencakup kedaulatan informasi dan komunikasi. Menurutnya, tantangan zaman yang semakin kompleks membutuhkan kesiapan generasi muda agar mampu menjadi pelaku utama pembangunan bangsa di era digital.
Mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, Pemprov Jawa Timur terus memperkuat komitmen dalam menjaga dan membina generasi penerus bangsa. Berbagai kebijakan dan program pembangunan diarahkan untuk memastikan anak-anak Indonesia dapat tumbuh aman, sehat, dan memperoleh akses pendidikan yang berkualitas hingga pelosok desa.
Peringatan Harkitnas menjadi pengingat bahwa menjaga tunas bangsa adalah investasi terbesar dalam menjaga masa depan negara. Karena itu, seluruh program strategis pemerintah harus benar-benar menyentuh kebutuhan generasi muda, baik dari aspek pendidikan, kesehatan, maupun penguatan karakter kebangsaan,” ungkapnya.
Khofifah menjelaskan Jawa Timur memiliki bonus demografi yang besar. Lebih dari 8 juta penduduk Jawa Timur merupakan kelompok usia muda. Potensi tersebut dinilai menjadi kekuatan besar untuk mendorong kemajuan daerah sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.
Sejalan dengan hal tersebut, Pemprov Jawa Timur terus mendorong pengembangan generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang kreatif, inovatif, adaptif terhadap tantangan zaman, serta memiliki karakter kebangsaan yang kuat dan semangat gotong royong.
Pada sektor pendidikan, Khofifah menyampaikan capaian membanggakan Jawa Timur. Selama periode 2019–2026, jumlah siswa Jawa Timur yang diterima di perguruan tinggi menjadi yang tertinggi dibandingkan provinsi lain di Indonesia. Capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kualitas sumber daya manusia di Jawa Timur.
Orang nomor satu di Jawa Timur ini menjelaskan bahwa pemerintah pusat juga telah menerbitkan regulasi baru tentang anak-anak dan ruang digital. Regulasi tersebut termuat dalam PP TUNAS atau Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak. Aturan ini dirancang untuk melindungi anak di ruang digital, termasuk dari konten berbahaya, serta mengatur kewajiban platform digital dan media sosial.
Keberadaan regulasi tersebut menjadi pedoman penting dalam pengembangan generasi penerus agar dapat tumbuh aman di ruang digital. Pemprov Jawa Timur juga terus memastikan ruang digital menjadi wahana positif bagi generasi muda untuk menyalurkan ide kreatif, inovasi, dan karya produktif.
“Harkitnas harus menjadi momentum untuk bangkit bersama dalam semangat persatuan, gotong royong, dan optimisme. Sekaligus menjadi komitmen bersama menjaga tunas muda sebagai langkah menyongsong Indonesia Emas 2045,” tuturnya.
Di akhir amanatnya, Gubernur Khofifah berharap seluruh ikhtiar yang dilakukan hari ini dapat menjadi jalan kemajuan bagi anak bangsa dan menghadirkan masa depan Indonesia yang lebih kuat, maju, dan berdaya saing.
Pada kesempatan ini, Gubernur Jatim Khofifah menyerahkan penghargaan JDIH kepada pemerintah kabupaten/kota dan sekretariat DPRD kabupaten/kota. Penghargaan JDIH Jawa Timur Award diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada pemerintah daerah yang dinilai berhasil dalam pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) di Jawa Timur. (agus/yavid)










