Petugas Puskesmas Grabagan melakukan pemeriksaan kesehatan secara door to door kepada warga Dusun Ledok, Desa Ngrejeng, Kecamatan Grabagan, melalui layanan Pangling untuk mendekatkan akses kesehatan masyarakat. (fuad)

Layanan Pangling Tetap Eksis, Warga Dusun Ledok Terbantu Akses Kesehatan

Tubankab – Puskesmas Grabagan, Kabupaten Tuban, terus mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat melalui inovasi Pangling (Pemeriksaan Umum dan Pengobatan Gigi di Puskesmas Keliling). Program ini digelar rutin setiap pekan, tepatnya setiap Rabu.

Kali ini, pelayanan Pangling dilaksanakan di Dusun Ledok, Desa Ngrejeng, Kecamatan Grabagan, sebagai upaya memberikan layanan kesehatan komprehensif bagi warga, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau.

Selain pelayanan kesehatan dasar, kegiatan Pangling kali ini diperkuat melalui kolaborasi dengan Rumah Sakit Medika Mulia Tuban yang menghadirkan layanan pemeriksaan mata. Untuk menjangkau kelompok dengan keterbatasan mobilitas dan kebutuhan khusus, pemeriksaan juga dilakukan secara door to door bagi penyandang disabilitas, lanjut usia dengan kondisi tertentu, serta warga dengan gangguan kesehatan jiwa yang memerlukan pendampingan.

Kepala UOBF Puskesmas Grabagan Kabupaten Tuban, drg. Hariyati Pujiastutik, menjelaskan bahwa inovasi Pangling dikembangkan sebagai respons atas kebutuhan masyarakat terhadap akses pelayanan kesehatan yang inklusif. Melalui program ini, puskesmas menghadirkan pemeriksaan laboratorium sederhana, pengobatan gigi, pengobatan umum keliling, pemeriksaan mata hasil kolaborasi lintas fasilitas kesehatan, serta layanan kunjungan rumah bagi warga yang membutuhkan perhatian khusus.

Ia menjelaskan bahwa program Pangling dirancang untuk memastikan seluruh masyarakat, termasuk kelompok rentan dan penyandang disabilitas, tetap memperoleh pelayanan kesehatan yang layak dan berkelanjutan. “Harapannya, Pangling dapat mendukung peningkatan derajat kesehatan sekaligus berkontribusi pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten Tuban,” ujarnya, Rabu (28/1).

Sementara itu, Penanggung Jawab Inovasi Pangling UOBF Puskesmas Grabagan, Ony Suryono, A.Md.Farm., menambahkan bahwa saat ini Pangling menyasar seluruh desa di Kecamatan Grabagan. Petugas kesehatan secara berkala mengunjungi warga agar layanan dapat menjangkau masyarakat secara langsung.

“Kunjungan petugas kesehatan, termasuk pelayanan kunjungan rumah bagi warga dengan keterbatasan tertentu, mendapat respons yang sangat baik dari masyarakat. Dengan layanan yang lebih dekat dan ramah, warga menjadi lebih mudah untuk memeriksakan kesehatannya,” terang Ony.

Manfaat program Pangling dirasakan langsung oleh warga Dusun Ledok. Dim Mahmud, salah satu warga penyandang disabilitas netra, mengaku bersyukur atas adanya pemeriksaan kesehatan dari Pangling Puskesmas Grabagan.

Yo Alhamdulillah gak usah adoh-adoh neng Grabagan, diprikso, dikeki obat ora mbayar,” beber Mbah Dim, sapaan akrabnya.

Hal senada disampaikan Tarmi, warga lanjut usia yang turut memanfaatkan layanan Pangling. Ia mengaku senang karena pemeriksaan kesehatan dilakukan dekat dengan lingkungan tempat tinggalnya.

Saben ono bu bidan woro-woro aku mesti teko, tak itung wes prikso ping telu iki. Seneng iso prikso kesehatan parek omah,” terang Tarmi.

Melalui inovasi Pangling yang diperkuat kolaborasi lintas fasilitas kesehatan serta pendekatan ramah disabilitas dan kesehatan jiwa, Puskesmas Grabagan berharap pelayanan kesehatan semakin merata dan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Program ini menjadi wujud komitmen menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif, mudah dijangkau, dan berkelanjutan bagi warga Kecamatan Grabagan. (miswon/yavid)

comments powered by Disqus