Pasar Murah Ramadan 2026 Diperluas, Akses Sembako Kian Mudah bagi Masyarakat Tuban
- 02 March 2026 20:23
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 44
Tubankab – Antusiasme masyarakat terhadap program Pasar Murah Ramadan 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Tuban terus meningkat. Setelah resmi dimulai pada 23 Februari 2026 dan menjangkau 20 kecamatan, kegiatan stabilisasi harga tersebut kini diperluas hingga ke sejumlah organisasi perangkat daerah.
Sejalan dengan perluasan tersebut, pelaksanaan di tingkat kecamatan juga mendapat respons positif. Di Kecamatan Soko misalnya, warga terlihat antusias hadir dan membeli kebutuhan pokok. Terkait pelaksanaan Pasar Murah Ramadan tersebut, Camat Soko, Sucipto, melalui sambungan telepon menyampaikan bahwa komoditas minyak goreng menjadi salah satu kebutuhan yang paling diminati masyarakat.
“Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias. Minyak goreng menjadi komoditas yang paling cepat terserap. Ini sangat membantu warga, terutama di bulan Ramadan,” ujarnya, Senin (2/3),.
Sementara itu, di tingkat kabupaten, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban, Drs. Agus Wijaya, M.AP., menjelaskan bahwa perluasan lokasi dilakukan agar manfaat program semakin merata.
“Selain di 20 kecamatan, pasar murah juga kami laksanakan di beberapa OPD sesuai jadwal. Harapannya kebutuhan masyarakat di sekitar lingkungan kantor pemerintahan juga dapat terpenuhi,” jelas Agus Wijaya.
Adapun pelaksanaan di lingkungan OPD, imbuhnya, dijadwalkan mulai 3 Maret 2026 di Sekretariat Daerah, dilanjutkan di DPMPTSP/Mal Pelayanan Publik, DKP2P, Dinas PUPR PRKP, BKPSDM, Dinas Kesehatan P2KB, hingga Perumda Air Minum Tirta Lestari.
Selain itu, khusus pada Rabu, 4 Maret 2026, pasar murah di halaman Mal Pelayanan Publik Tuban akan diperkuat dengan kehadiran program EPIK Mobile atau Etalase Pengendalian Inflasi Kabupaten/Kota dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Program tersebut sebelumnya diluncurkan di Gedung Negara Grahadi.
Program ini merupakan truk pengendali inflasi yang berkeliling ke kabupaten dan kota se-Jawa Timur dengan membawa komoditas sembako untuk menjaga stabilitas harga selama Ramadan dan menjelang Idulfitri 1447 H.
Lebih lanjut, Agus—sapaan Asisten Perekonomian dan Pembangunan—menegaskan sinergi antara Pemkab Tuban dan Pemprov Jawa Timur menjadi bagian dari strategi terpadu pengendalian inflasi daerah.
“Kami tidak ingin masyarakat kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok. Dengan kolaborasi ini, pasokan lebih terjamin dan harga tetap terkendali hingga menjelang Lebaran,” pungkasnya.
Melalui langkah tersebut, Pemkab Tuban optimistis stabilitas harga bahan pokok dapat terjaga sekaligus mendukung ketahanan ekonomi masyarakat selama bulan suci Ramadan. (dadang/yavid)










