Peserta menuliskan umpan balik pada sesi galeri hasil refleksi pembelajaran mendalam di Aula Kordik Kecamatan Montong. (ist)

Pascapendampingan Pembelajaran Mendalam, Guru di Montong Mulai Ubah Praktik Mengajar

Tubankab - Pendampingan pembelajaran mendalam di Gugus 1 Kecamatan Montong mulai menunjukkan perubahan pada proses belajar di kelas. Guru mulai mengurangi metode ceramah, sementara siswa dinilai lebih berani terlibat dalam pembelajaran, termasuk saat diminta mempresentasikan hasil kerja di depan kelas.

Perkembangan tersebut mengemuka dalam kegiatan Refleksi Pilot Pembelajaran Mendalam yang digelar di Aula Kordik Kecamatan Montong, Senin (15/6). Forum ini menjadi ruang bagi kepala sekolah dan guru untuk meninjau praktik pembelajaran yang telah diterapkan selama pendampingan Program INOVASI Jawa Timur di sekolah masing-masing.

STP-District Officer Tuban INOVASI Jawa Timur, Cahyadi Widi Wahyono, mengatakan refleksi dilakukan untuk melihat sejauh mana perubahan pembelajaran benar-benar berjalan di sekolah dan memberi dampak kepada murid.

Menurutnya, pembelajaran mendalam tidak berhenti pada penyusunan perangkat ajar, tetapi harus terlihat dalam praktik belajar di kelas. Fokus utama pembelajaran tetap pada murid. Karena itu, perubahan perlu didukung oleh peran guru, kepala sekolah, dan lingkungan belajar.

“Tujuan akhirnya tetap murid. Yang perlu kita perbaiki adalah praktik pembelajarannya, kepemimpinan sekolahnya, dan lingkungan belajarnya agar berdampak pada anak,” ujarnya.

Dalam refleksi tersebut, masing-masing sekolah memaparkan pengalaman penerapan pembelajaran mendalam, termasuk tantangan dan perubahan yang mulai dirasakan. Selanjutnya, hasil evaluasi menjadi dasar penyusunan rencana tindak lanjut di sekolah selama beberapa bulan ke depan.

Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Montong, Ike Widyastuti mengatakan tentang adanya perubahan yang mulai terlihat pada keberanian siswa saat mengikuti pembelajaran. Jika sebelumnya siswa cenderung pasif ketika diminta tampil di depan kelas, kini mereka mulai lebih percaya diri menyampaikan hasil pekerjaannya.

“Dulu anak-anak masih takut saat diminta presentasi. Sekarang mereka lebih berani menunjukkan hasil kerjanya di depan kelas,” kata Ike—sapaan akrabnya.

Selain pada siswa, perubahan juga terlihat pada pola mengajar guru. Menurut Ike, guru mulai memberi lebih banyak ruang praktik, diskusi, dan keterlibatan murid dalam pembelajaran sehari-hari.

Lebih lanjut, Kepala UPT SDN Pucangan 2 itu juga menilai bahwa pembelajaran mendalam pada dasarnya merupakan metode yang dapat berkembang sesuai kebutuhan di sekolah. Karena itu, guru dan murid perlu terus terbuka terhadap pembaruan dalam proses belajar.

“Pembelajaran mendalam ini pada dasarnya metode. Hasilnya sangat bergantung pada kemauan guru dan murid untuk terus berinovasi dalam pembelajaran sehari-hari,” ujarnya.

Melalui refleksi ini, sekolah di Gugus 1 Kecamatan Montong memetakan perkembangan pembelajaran yang sudah berjalan sekaligus menyusun langkah lanjutan agar perubahan di kelas dapat berlangsung secara konsisten. (yav)

comments powered by Disqus