Pegulat Muda Tuban Dwi Intan Nuraini Sabet Emas Kejurprov, Bidik Panggung Internasional
- 18 June 2026 09:12
- Yavid
- Umum,
- 17
Tubankab – Di usia 16 tahun, Dwi Intan Nuraini telah menorehkan prestasi yang membanggakan bagi Kabupaten Tuban. Atlet gulat asal Kecamatan Rengel itu sukses meraih medali emas pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Gulat Jawa Timur 2026 sekaligus dinobatkan sebagai Pegulat Terbaik Putri. Capaian tersebut menjadi buah dari kerja keras dan kedisiplinan yang ia bangun sejak mulai menekuni gulat di bangku sekolah menengah pertama.
Putri dari pasangan Mundowi dan Siti Aminah, warga Dusun Randu Pager, Desa Pekuwon, Kecamatan Rengel, Intan kini menempuh pendidikan di kelas XI SMA Negeri Olahraga (SMANOR) Sidoarjo dan akan segera naik ke kelas XII. Perjalanannya di dunia gulat dimulai saat bersekolah di SMP Negeri 2 Soko. Sejak kelas VII, ia mulai menekuni cabang olahraga tersebut secara serius hingga berhasil mengukir berbagai prestasi membanggakan.
Ketertarikannya pada cabang olahraga ini muncul karena gulat dianggap memiliki gerakan yang cepat, menantang, sekaligus mengajarkan kedisiplinan.
“Gulat itu geraknya cepat, jadi menurut saya seru. Selain itu, saya juga belajar disiplin dari olahraga ini,” ujarnya saat dihubungi reporter Tubankab, Kamis (18/6).
Sejak awal menekuni gulat, Intan mengaku selalu berusaha menjalani latihan dengan sungguh-sungguh. Rutinitasnya pun terbilang padat. Saat masih SMP, ia biasa berlatih sepulang sekolah. Kini, sebagai siswa sekolah olahraga, jadwal latihannya jauh lebih intens dengan sesi latihan pagi sebelum sekolah dan latihan sore setelah kegiatan belajar mengajar.
“Kalau sekarang pagi latihan mulai setengah lima sampai setengah tujuh, lalu sekolah. Sore lanjut latihan lagi,” katanya.
Dalam perjalanan kariernya, Intan menyebut dukungan orang tua, pelatih, dan teman-teman menjadi faktor penting yang menjaga semangatnya. Ia bersyukur tidak menghadapi hambatan berarti selama berlatih, meski sempat harus fokus menjalani pemulihan cedera menjelang pertandingan.
Menjelang Kejurprov Gulat Jawa Timur 2026, Intan memilih memprioritaskan pemulihan kondisi fisik sebelum kembali memaksimalkan latihan hingga hari pertandingan. Meski rasa gugup tidak dapat dihindari, ia berusaha tetap tenang dan fokus saat bertanding.
“Deg-degan pasti ada, tapi kuncinya tetap tenang dan fokus,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga menerapkan strategi khusus dengan menjaga pola makan dan kondisi kesehatan agar tetap prima selama pertandingan. Menurutnya, Kejurprov kali ini menjadi salah satu kompetisi yang paling menantang karena ketatnya persaingan dan besarnya tekanan mental yang dihadapi para atlet.
Keberhasilannya meraih medali emas sekaligus penghargaan sebagai Pegulat Terbaik Putri menjadi momen emosional bagi Intan. Usai pertandingan, hal pertama yang dilakukannya adalah memeluk para pelatih dan mengucapkan terima kasih. Setelah itu, ia menghubungi orang tua dan keluarganya untuk membagikan kabar bahagia tersebut.
Ke depan, Intan menargetkan mampu menembus level nasional, bahkan internasional, serta membawa nama Indonesia di panggung dunia. Selain itu, ia juga bercita-cita menjadi pelatih atau guru olahraga agar dapat menularkan ilmu dan pengalamannya kepada generasi berikutnya.
“Teruslah berusaha mengejar cita-cita, jangan ada kata lelah dan jangan takut untuk mencoba,” pesannya.
Sementara itu, Pembina Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Kabupaten Tuban, Nur Khamid, memberikan apresiasi atas capaian Dwi Intan. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan atlet gulat di Tuban berjalan dengan baik dan mampu melahirkan atlet berprestasi di tingkat provinsi.
“Intan menunjukkan semangat juang, disiplin, dan mental bertanding yang luar biasa. Ini menjadi contoh bagi atlet-atlet muda lainnya bahwa kerja keras dan konsistensi akan membuahkan hasil,” ujarnya.
Lebih lanjut, Nur Khamid menambahkan, prestasi Intan dapat menjadi motivasi bagi seluruh atlet gulat Tuban untuk terus meningkatkan kemampuan dan menjaga semangat berlatih.
Pada Kejurprov Gulat Jawa Timur 2026 yang digelar di GOR Diknas Kabupaten Mojokerto, kontingen Tuban berhasil mencatatkan hasil membanggakan dengan membawa pulang total 23 medali, terdiri atas 5 medali emas, 9 medali perak, dan 9 medali perunggu. Raihan tersebut menunjukkan bahwa Kabupaten Tuban memiliki potensi besar di cabang olahraga gulat dan siap bersaing pada level yang lebih tinggi. (kdg/yav)










