PEMKAB SERIUS BINA INDUSTRI KECIL, INI BUKTINYA

Tubankab - Keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban dalam membina industri kecil dan menengah semakin terlihat. Ini terbukti dengan diberikannya pelatihan desain pakaian kepada sejumlah masyarakat.

“Ada 20 orang yang mengikuti kegiatan ini. Setelah teori ini selesai, rencananya kita akan praktik di rest area pada 10-15 Maret mendatang, dan akan tampil pada salah satu acara fashion di Surabaya,” ujar Kasi Sandang pada Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Tuban Agung S kepada wartawan di sela-sela pelatihan peningkatan keterampilan bagi industri kecil menengah untuk industri, sandang, mesin dan aneka, Jumat (02/03).

Dikatakannya, tujuan diadakan pelatihan semacam ini, agar mereka yang mengikuti pelatihan dan berlatarbelakang sebagai penjahit, bisa memiliki kualitas yang lebih bagus dalam mendesain, sehingga tidak harus menggunakan desain dari desainer lain.

Sementara itu, Saffana desainer asal Surabaya yang ditunjuk sebagai narasumber sekaligus memberi pelatihan, mengatakan untuk potensi desainer di Tuban selalu ada, lantaran di antara beberapa peserta yang mengikuti pelatihan merupakan alumni dari beberapa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang berjurusan tata busana.

Namun demikian, menurut ibu satu orang putri ini, dalam memberikan pelatihan tidak secara keseluruhan, tetapi hanya berupa dasar-dasar untuk mendesain agar memudahkan dalam menggambar. Sebab, jika diberikan pelatihan mendesain dari awal, akan dibutuhkan waktu yang lama.

“Kalau untuk menumbuhkan desainer dari sini, saya rasa bisa. Ada satu atau dua orang yang memang lulusan tata busana. Itu yang saya lirik, sehingga ke depan ada desainer yang bisa dtampilkan oleh kabupaten dalam acara-acara ke depannya,” bebernya.

Pemilik Saffana Fashion Designer ini juga berujar, Pemkab bisa mencari dan menumbuhkan bibit-bibit desainer berbakat dari anak-anak SMK yang ada. Caranya, imbuhnya, mengumpulkan dan memberikan pelatihan kepada mereka serta menyeleksinya, sehingga terjaring bibit-bibit yang potensial.

“Nanti mungkin bisa diadakan beasiswa dari pemerintah yang bisa digunakan untuk melanjutkan sekolah di tata busana. Kalau yang kita lakukan sekarang ini, tidak bisa secara instan menumbuhkan seorang desainer,” jlentrehnya.

Alumni Lembaga Pendidikan Tata Busana (LPTB) Budiharjo Surabaya ini juga berharap, pelatihan ini sedikit banyak bisa membantu para penjahit memiliki dasar membuat baju rancangannya sendiri. Sehingga, hasil karyanya mempunyai nilai jual yang tinggi.

“Kalau sudah begitu, maka customer tidak akan membandingkan baju yang akan dibeli dengan tempat lain, karena baju tersebut memiliki kualitas tersendiri,” lontar Saffana.

Seirama dengan Saffana, Purwati salah satu peserta yang mengikuti pelatihan mengatakan, selama ini dirinya selalu berdiri di tempat yang sama, yakni tidak ada perkembangan dalam profesi yang digelutinya. Sehingga, selain mendapatkan ilmu tambahan, pelatihan seperti ini juga akan turut membantu menaikkan perekonomiannya. (nanang wibowo/hei)

comments powered by Disqus