Perpusda Tuban Buka Ajang Bertutur 2026, Juara I Wakili Kabupaten ke Tingkat Provinsi
- 26 May 2026 09:57
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 8
Tubankab - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Tuban membuka ajang Bertutur bagi siswa-siswi SD/MI tingkat Kabupaten Tuban Tahun 2026. Kegiatan literasi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 25 Juni 2026 di Perpustakaan Umum Kecamatan Grabagan mulai pukul 08.00 WIB. Agenda tahunan ini digelar untuk memperkuat budaya baca sekaligus mengenalkan cerita rakyat lokal kepada pelajar.
Kepala Dispersip Tuban, Drs. Endro Budi Sulistyo melalui Kepala Bidang Perpustakaan, Masykuri, dikonfirmasi mengatakan kegiatan bertutur menjadi sarana membangun minat baca anak melalui pendekatan budaya daerah. Menurut dia, cerita rakyat Tuban memuat banyak nilai karakter yang relevan dikenalkan kepada peserta didik sejak dini.
“Anak-anak tidak hanya dilatih berani tampil dan berbicara di depan umum, tetapi juga memahami nilai budaya dan keteladanan melalui cerita rakyat daerah,” ujar Masykuri, Selasa (26/5).
Pendaftaran peserta dibuka mulai 11 Mei hingga 23 Juni 2026. Seluruh berkas persyaratan wajib diunggah paling lambat 23 Juni 2026 pukul 24.00 WIB. Setiap sekolah hanya diperbolehkan mengirim satu wakil dari siswa kelas IV atau V tahun ajaran 2026-2027 yang telah terdaftar sebagai anggota Perpustakaan Umum Kabupaten Tuban maupun perpustakaan kecamatan.
Sementara itu, materi yang dibawakan peserta wajib mengangkat cerita rakyat Tuban yang memuat nilai perjuangan, kepahlawanan, legenda, dan pendidikan karakter. Peserta tidak diperkenankan menyampaikan cerita berbentuk fabel maupun materi yang mengandung unsur SARA, pornografi, dan kekerasan. Setiap peserta juga wajib menyiapkan sinopsis cerita serta menyerahkan fotokopi buku kepada panitia saat pelaksanaan.
Lebih lanjut, Masykuri menuturkan peserta terbaik akan mewakili Kabupaten Tuban pada ajang bertutur tingkat Provinsi Jawa Timur. Karena itu, pihaknya mendorong sekolah memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai ruang pengembangan kemampuan literasi siswa.
“Harapannya semakin banyak anak tertarik membaca dan mengenal cerita rakyat Tuban. Ini juga menjadi bagian dari pelestarian budaya lokal,” harapnya. (yavid)










