Foto : Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Tuban, Bambang Irawan. (chusnul)

Proyek Tol Demak-Tuban, Bambang : Jika Dianggap Rawan akan Digeser

Tubankab-Setelah melakukan tahapan konsultasi publik terkait rencana pembangunan proyek tol Demak-Tuban pada pertengahan Februari lalu, pihak konsultan turun ke lokasi di 35 desa yang akan dilalui Proyek Strategis Negara (PSN) tersebut.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Tuban, Bambang Irawan saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Kamis (12/05).

Menurut Bambang, setelah konsultasi publik itu, pihak konsultan perencana dan konsultan feasibility study (studi kelayakan) melakukan pendataan di lapangan yang hingga saat ini masih belum selesai.

"Termasuk kelayakan lingkungan, studi amdalnya nanti seperti apa, itu belum ada dan akan disosialisasikan tahap berikutnya," ujarnya.

Diakuinya, sempat ada masalah di Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding. Pasalnya, data dari konsultan ada yang melewati masjid, namun masalah tersebut sudah ditindaklanjuti untuk dilaporkan kepada Kementerian PUPR.

"Nanti pada sidang amdalnya juga akan kami sampaikan jika bermasalah di lapangan, masyarakat nanti juga akan jadi pesertanya. Update pembebasan lahannya kapan, nunggu tahapan selanjutnya," Bambang menandaskan.

Selain itu, Bambang juga telah mengomunikasikan dengan konsultan terkait rencana exit tol dan rest areanya, sebab ada rencana perubahan.

"Exit tol yang rencana di Kecamatan Kerek digeser, kalau bisa yang mendekati kawasan industri di Tuban. Sehingga wilayah kota tidak ribet. Rencananya, ada dua exit tol yang di Kabupaten Tuban," tandasnya.

Bambang berpesan kepada masyarakat, khususnya yang akan dilewati rencana proyek tol agar tidak panik. Sebab, ini masih studi, belum pembebasan lahan, dan dimungkinkan bisa berubah kalau dianggap sangat rawan dan berisiko akan digeser.

Ia juga menyampaikan jika tahapan-tahapan proses rencana pembangunan tol tidak mengalami perubahan. "Tetap sesuai rencana awal, belum ada pemberitahuan lagi," pungkasnya.

Untuk diketahui, 35 desa dari lima kecamatan terdampak rencana pembangunan ruas tol Demak-Tuban masing-masing Desa Jatisari, Karangrejo, Kayen, Latsari, Ngujuran, Siding, Sukoharjo, Tenggerkulon dan Tlogoagung di Kecamatan Bancar; Desa Gaji, Gemulung, Jarorejo, Kasiman, Kedungrejo, Margomulyo, Padasan, Temayang dan Wolutengah di Kecamatan Kerek; Desa Kapu, Pongpongan, Tahulu, Tegalrejo, Temandang, Tuwiri Kulon dan Tuwiri Wetan di Kecamatan Merakurak; Desa Bektiharjo, Boto, Genaharjo, Penambangan, Prunggahan Kulon dan Sambongrejo di Kecamatan Semanding; Desa Belikanget, Cokrowati, Mander dan Plajan di Kecamatan Tambakboyo.

Kemudian untuk trase jalan Tol Ngawi-Bojonegoro-Tuban meliputi enam desa dari satu kecamatan, yakni Desa Bandungrejo, Jatimulyo, Magersari, Plandirejo, Plumpang dan Sambungrejo di Kecamatan Plumpang. (chusnul huda/hei)

comments powered by Disqus