Sedekah Bumi dan Haul Syekh Maulana Ishaq Al-Maghribi Dongkrak Ekonomi UMKM Gedongombo
- 12 June 2026 13:47
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 27
Tubankab – Riuh warga memadati lingkungan Dondong, Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, saat tradisi tahunan Sedekah Bumi dan Haul Makam Syekh Maulana Ishaq Al-Maghribi kembali digelar. Di balik suasana religius dan pelestarian budaya yang berlangsung khidmat, tradisi ini juga membawa berkah ekonomi bagi pelaku usaha kecil di sekitar lokasi kegiatan.
Rangkaian acara tersebut kemudian ditutup dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk bersama Dalang Ki Eko Hadi Purnomo pada Kamis (11/6) malam. Warga dari berbagai kalangan tampak antusias menyaksikan pertunjukan yang menjadi bagian dari tradisi tahunan masyarakat Gedongombo tersebut.
Camat Semanding, Cipta Dwipryata, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Gedongombo atas antusiasme dalam mengikuti pagelaran wayang kulit. Menurutnya, tidak hanya kalangan orang tua, anak-anak dan remaja juga terlihat menikmati pertunjukan tersebut. Hal itu menandakan kecintaan terhadap budaya leluhur masih tumbuh, terutama di kalangan generasi muda.
Lebih lanjut, Cipta menjelaskan pagelaran wayang kulit tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga wahana edukasi sekaligus media penyampai pesan moral. Dalam kisah pewayangan tersimpan banyak nilai kehidupan yang dapat dijadikan pedoman masyarakat. Selain itu, kesenian tradisional tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai media penyampaian berbagai program pembangunan daerah.
Ia berharap tradisi adiluhung seperti Sedekah Bumi dan haul makam dapat terus dilestarikan dan dikemas lebih baik pada tahun-tahun mendatang. Dengan demikian, kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi pemantik pariwisata religi sekaligus penguat ekonomi berbasis kebudayaan lokal.
Sementara itu, Lurah Gedongombo, Achzar Pradiksa Setia Putra, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ia juga mengapresiasi kekompakan dan antusiasme warga dalam menyukseskan seluruh rangkaian acara.
“Alhamdulillah, mulai dari yang muda hingga yang tua sangat antusias menyukseskan rangkaian acara ini,” serunya.
Achzar menerangkan kegiatan tersebut tidak hanya berjalan sakral, tetapi juga membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini terbukti efektif menggerakkan roda perekonomian lokal melalui sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Lapak dagangan warga tampak berjajar penuh mulai dari depan gang hingga area sekitar lokasi kegiatan. Kondisi tersebut menunjukkan geliat ekonomi masyarakat selama rangkaian Sedekah Bumi berlangsung.
“Sektor UMKM di sini luar biasa bergeliat. Lapak dagangan warga berjajar penuh mulai dari depan gang hingga area sekitar lokasi. Ini adalah wujud nyata perputaran ekonomi kerakyatan,” ujar Lurah Gedongombo.
Sebagai puncak acara, masyarakat disuguhi pagelaran wayang kulit dengan lakon “Petruk Dadi Ratu”. Lakon tersebut dipilih karena mengandung pesan moral tentang kepemimpinan yang amanah, kepedulian terhadap rakyat kecil, serta keikhlasan dalam mengabdi.
Melalui lakon tersebut, Dalang Ki Eko Hadi Purnomo menyisipkan pesan agar warga Gedongombo dan masyarakat Tuban senantiasa hidup rukun, bergotong royong, serta mendukung pembangunan daerah. Pesan itu diharapkan terus tertanam dalam kehidupan masyarakat, khususnya warga Kelurahan Gedongombo. (ags/yav)










