Terapkan Hasil Riset, Pemkab Tuban Wujudkan Standar Fasilitas Sekolah Ramah Anak
- 24 June 2026 22:48
- Yavid
- Kegiatan Bupati dan Wakil Bupati,
- 25
Tubankab – Upaya mewujudkan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Tuban. Salah satunya melalui penyusunan standar fasilitas pendidikan dasar ramah anak berbasis hasil riset, sehingga setiap satuan pendidikan memiliki acuan yang sama dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung tumbuh kembang peserta didik.
Komitmen tersebut ditandai dengan Diseminasi Hasil Riset bertema Standarisasi Fasilitas Pendidikan Dasar Ramah Anak yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Tuban di Gedung Korpri Kompleks Pendapa Krida Manunggal Tuban, Rabu (24/6). Kegiatan ini menjadi sarana penyebarluasan rekomendasi strategis sebagai dasar penyusunan kebijakan pendidikan di daerah.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Tuban, Drs. Joko Sarwo dalam arahannya menegaskan bahwa riset di lingkungan pemerintahan tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif. Menurutnya, hasil penelitian harus mampu menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat dan menjadi dasar penyusunan kebijakan yang tepat sasaran.
"Riset bukanlah sekadar aktivitas akademis untuk memenuhi angka kredit atau menghasilkan tumpukan laporan. Namun, pada hakikatnya riset adalah jawaban atas permasalahan yang dihadapi. Nilai sejati sebuah riset baru akan terlihat ketika hasilnya dikomunikasikan, dipahami, dan akhirnya dimanfaatkan," tegasnya.
Lebih lanjut, Wakil Bupati Tuban menilai hasil riset mengenai standarisasi fasilitas pendidikan ramah anak menjadi pijakan penting dalam membangun lingkungan sekolah yang mampu mengakomodasi seluruh peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK). Selain didukung sarana dan prasarana yang memadai, peningkatan kapasitas guru juga menjadi faktor penting agar layanan pembelajaran berjalan secara inklusif.
"Tujuannya tentu untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif, untuk memenuhi standar fasilitas ramah anak, aksesibilitas bagi anak berkebutuhan khusus, serta memastikan kesetaraan akses bagi seluruh pelajar untuk menyiapkan generasi penerus yang tangguh," pesannya.
Sementara itu, Kepala Bapperida Kabupaten Tuban, Abdul Rakhmat, menjelaskan bahwa penyusunan standar fasilitas pendidikan ramah anak melibatkan tim pakar dari Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya. Kajian tersebut tidak hanya menilai kondisi fisik sekolah, tetapi juga mencakup empat indikator utama, yaitu manajemen layanan, tenaga pendidik, fasilitas layanan, dan penyangga layanan.
"Harapannya ada standarisasi terkait dengan sarana dan prasarana. Nanti dijelaskan sarana yang standar itu harusnya seperti apa, supaya anak-anak merasa nyaman dan fasilitas yang ada dipastikan tidak membahayakan keselamatan siswa," terang Rakhmat.
Menurut Rakhmat, implementasi hasil riset akan terus dikawal agar tidak berhenti pada penyusunan dokumen. Pada tahap awal, diseminasi melibatkan tiga perwakilan SD dari setiap kecamatan serta perwakilan SMP. Selanjutnya, standar tersebut akan disosialisasikan secara bertahap melalui Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) jenjang SD dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) jenjang SMP.
"Harapan kami memang tidak berhenti di dokumen, tetapi nanti kita akan tindak lanjuti pelaksanaannya. Nanti akan tetap dikawal, baik melalui Bapperida maupun Dinas Pendidikan yang bersentuhan langsung dengan satuan pendidikan, untuk dievaluasi sejauh mana pencapaian target sekolah ramah anak ini," jelasnya. (fufu/yav)










