Foto : Mahfudhoh saat pamerkan produknya. (mila)

Ubi Jengkerut Produksi Mahfudhoh Punya Banyak Manfaat

Tubankab - Berawal dari tanaman yang dianggap tidak ada manfaatnya, Bunda Mahfudhoh asal Desa Tluwe, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban memperkenalkan ubi jengkerut (garut) menjadi tepung yang kaya manfaat ke pangsa pasar yang lebih luas.

Melalui brand UMKM “3 Welas” yang telah dibentuk pada tahun 2019, Mbak Ndoh-sapaan akrab Mahfudhoh- mulai memproduksi pati garut dengan memanfaatkan petani di sekitar untuk menyuplai ubi jengkerut. Nama 3 Welas dipilih sebagai identitas dari produk pati garut miliknya.

Nama tersebut memiliki arti dalam usaha dibagi menjadi tiga penghasilan untuk distributor, dia sendiri dan orang-orang yang membutuhkan. Hingga saat ini, pati garut asli 3 Welas telah merambah ke pasar nasional hingga Pulau Sumatra. 

Dalam setiap produksinya, tepung pati asli 3 Welas masih terkendala pada ketersediaan bahan baku dan minimnya alat produksi. Berbeda dengan padi yang bisa panen tiga sampai empat bulan sekali, ubi jengkerut hanya bisa panen dalam kurun waktu satu tahun sekali.

"Jika musim panen, kami bisa memproduksi hingga 1 ton, namun jika tidak musim panen produksi hanya mencapai puluhan kilogram saja," ujar Mbak Ndoh, Jumat (15/12).

Meskipun demikian, Mbak Ndoh masih berusaha untuk memenuhi permintaan pasar dengan bekerja sama dengan petani ubi jengkerut di berbagai daerah. Ia berharap ke depannya akan semakin banyak masyarakat, terkhusus di Kabupaten Tuban yang membudidayakan ubi jengkerut.

Berbicara mengenai omzet, ia berhasil mencapai omzet tertinggi pada saat corona dengan penjualan 1 ton dalam 1 minggu, sedangkan hingga saat ini omzet yang didapatkan dari berbagai penjualan baik online maupun offline kisaran Rp10 hingga Rp20 juta. 

"Banyaknya peminat produknya didasarkan pada masyarakat yang mulai memahami bahwa pati garut memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah baik dikonsumsi untuk orang yang memiliki penyakit maag kronis," terangnya.
 
Untuk saat ini, Mbak Ndoh mempromosikan produk andalannya ini melalui market place dan offline store bekerja sama dengan toko waralaba di lingkup Kabupaten Tuban dan sekitarnya serta mengikuti pameran dagang yang dibantu oleh komunitas UMKM WIT dan Kepala Desa Jati. 

Pati garut dibanderol dengan harga Rp17 ribu per 250 gram. Sedangkan untuk kemasan besar 10 kg dibanderol harga Rp190 ribu, dan kemasan 25 kg dibanderol Rp 480 ribu. Selain pati, Ia juga memiliki produk lain seperti basreng, kerupuk seblak, dan ke depannya akan ada produk tambahan berupa emping garut. Untuk pembelian partai besar Mbak Ndoh menyarankan mendatangi tempat produksinya di Desa Tluwe RT : 05 RW : 01 Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban atau menghubungi 085234664530.  (adhinda octa/hei)

comments powered by Disqus