Pemustaka memanfaatkan ruang baca Perpusda Tuban. Usulan pengunjung menjadi salah satu dasar pengadaan koleksi buku Tahun Anggaran 2026. (ist)

Usulan Pembaca Jadi Acuan, Perpusda Tuban Siapkan Koleksi Buku Baru 2026

Tubankab – Koleksi psikologi hingga koleksi sastra menjadi beberapa jenis bacaan yang paling banyak diusulkan pembaca untuk melengkapi rak Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Tuban pada Tahun Anggaran 2026. Menariknya, daftar kebutuhan tersebut berasal dari usulan langsung masyarakat yang selama ini memanfaatkan layanan perpustakaan.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tuban, Drs. Endro Budi Sulistyo melalui Kabid Perpustakaan, Masykuri, S.Sos., mengatakan pengadaan koleksi baru setiap tahun selalu mempertimbangkan kebutuhan pemustaka. Salah satu sumber datanya berasal dari usulan buku yang disampaikan masyarakat melalui tautan permintaan koleksi yang disediakan perpustakaan.

"Usulan dari masyarakat kami tampung melalui tautan yang sudah tersedia. Data itu kemudian menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menentukan buku yang akan dibeli," ujarnya, Kamis (24/6).

Menurut Masykuri, kelompok pembaca yang paling banyak membutuhkan tambahan koleksi baru saat ini berasal dari kalangan remaja. Karena itu, jenis buku yang diadakan juga disesuaikan dengan minat dan kebutuhan mereka.

Selain itu, perpustakaan juga berupaya menambah koleksi buku seni serta komik anak dan remaja yang banyak diminati pengunjung, di samping karya sastra dan buku psikologi.

Menurut keterangannya, pengadaan koleksi baru tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun menggunakan anggaran dari APBD. Di samping itu, Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Tuban juga menerima penambahan koleksi dari sumber lain, seperti hibah maupun program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), selama buku yang diberikan sesuai kebutuhan layanan perpustakaan dan bukan buku pelajaran.

Lebih lanjut, Masykuri menjelaskan pembaruan koleksi diperlukan agar pilihan bacaan yang tersedia semakin beragam dan dapat dimanfaatkan oleh berbagai kelompok masyarakat.

"Kami ingin koleksi yang tersedia semakin bervariasi sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan bacaan saat berkunjung ke perpustakaan," katanya.

Meski demikian, ia mengakui masih ada sejumlah buku yang kerap dicari pengunjung namun belum tersedia. Di antaranya karya beberapa penulis yang terbit lebih dari lima tahun lalu dengan jumlah cetakan terbatas, termasuk sejumlah judul yang pernah mengalami pembatasan peredaran.

Oleh karena itu, melalui pengadaan Tahun Anggaran 2026, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tuban berupaya menghadirkan koleksi yang lebih relevan dengan minat baca masyarakat. Dengan begitu, perpustakaan tetap menjadi ruang belajar, mencari referensi, sekaligus tempat menikmati bacaan yang sesuai dengan kebutuhan pembacanya. (mak/yav)

comments powered by Disqus