Video Peringatan Gempa Besar Bojonegoro–Tuban Dipastikan Hoaks
- 15 June 2026 09:48
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 27
Tubankab – Beredar video di media sosial TikTok yang memuat narasi “Bojonegoro–Tuban Waspada Gempa Besar” sempat memicu keresahan warga. Dalam unggahan itu disampaikan adanya potensi gempa besar di wilayah Tuban dan Bojonegoro dengan penggunaan sejumlah istilah ilmiah yang terkesan meyakinkan.
Berdasar penelusuran yang dimuat di situs klinikhoaks.tubankab.go.id, informasi tersebut dipastikan hoaks. Penegasan itu disampaikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tuban. Hingga kini, tidak ditemukan peringatan resmi mengenai potensi gempa besar di wilayah Tuban maupun Bojonegoro.
Sementara itu, Prakirawan BMKG Tuban, Nur Syamsi Muhammad Alfian, menyebut unggahan tersebut juga sempat menjadi bahan pertanyaan sejumlah pihak kepada BMKG Tuban.
“Kemarin juga sempat lihat postingannya di TikTok. Kami dapat informasi itu dari rekan-rekan BPBD yang ikut menanyakan. Banyak informasi yang tidak mencantumkan sumber dan terkesan seperti menakut-nakuti,” ujarnya, Senin (15/6).
Lebih lanjut, dijelaskan dia, hingga saat ini belum terdapat teknologi maupun metode ilmiah di dunia yang mampu memprediksi secara akurat kapan, di mana, dan berapa kekuatan gempa bumi akan terjadi sebelum peristiwa berlangsung. Klaim yang menyebut lokasi detail maupun waktu terjadinya “gempa besar” disebut sebagai spekulasi atau berita bohong.
Selain itu, dalam unggahan yang beredar, sejumlah istilah ilmiah seperti emisi gas radon, anomali gravitasi, data GPS, hingga InSAR memang dicantumkan. Namun, parameter tersebut dinilai digunakan tanpa sumber resmi dan disajikan dengan angka yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Di sisi lain, narasi mengenai adanya pergeseran sesar aktif beberapa sentimeter dalam waktu singkat di area permukiman, termasuk klaim kondisi tanah berubah seperti “spons yang diperas”, juga dipastikan tidak memiliki dasar geologis untuk situasi normal saat ini.
Tak hanya itu, kaitan antara badai matahari dengan gempa bumi turut dibahas dalam unggahan viral tersebut. Padahal, badai matahari hanya diketahui dapat memengaruhi sistem komunikasi satelit, GPS, atau jaringan listrik, dan belum pernah terbukti secara ilmiah menjadi pemicu gempa tektonik besar di wilayah lokal.
Sementara itu, istilah “siku-siku Jupiter” ditegaskan bukan bagian dari terminologi dalam ilmu astronomi maupun seismologi modern. Posisi planet Jupiter yang berjarak sangat jauh dari bumi juga disebut tidak memiliki pengaruh terhadap aktivitas gempa di wilayah Tuban maupun Bojonegoro.
Terpisah, Klinik Hoaks Tuban mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Apabila menemukan informasi yang meragukan, masyarakat dapat melaporkannya melalui nomor WhatsApp resmi Dinas Komunikasi dan Informatika, Statistik, dan Persandian Kabupaten Tuban di 0851-6142-9771 atau melalui situs klinikhoaks.tubankab.go.id untuk dilakukan penelusuran lebih lanjut. (yav)










