Rapat lintas sektor membahas penguatan upaya penurunan Angka Kematian Ibu di Kabupaten Tuban. (miswon)

Bentuk Tim PPT Kespro, Pemkab Tuban Dorong Perlindungan Ibu di Setiap Tahap Kehamilan

Tubankab – Upaya menekan Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Tuban diarahkan sejak sebelum kehamilan hingga masa nifas. Untuk memastikan upaya tersebut berjalan terpadu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban membentuk Tim Perencanaan dan Penganggaran Terintegrasi Kesehatan Reproduksi (PPT Kespro).

Sebagai bagian dari upaya tersebut, pembentukan tim dibahas dalam Rapat Koordinasi Penguatan Kelembagaan dan Sinergi Lintas Sektor bertajuk “Mendukung Penurunan Angka Kematian Ibu” di ruang rapat Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Tuban, Rabu (26/8).

Melalui pembentukan Tim PPT Kespro, Pemkab Tuban memastikan upaya peningkatan kesehatan reproduksi berjalan secara terpadu dengan melibatkan berbagai perangkat daerah dan pemangku kepentingan. Selain itu, langkah tersebut merupakan implementasi Perpres Nomor 12 Tahun 2025 tentang Kesehatan Reproduksi dan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 400.5/4591/SJ.

Dalam rapat tersebut, Kepala Bapperida Kabupaten Tuban Abdul Rakhmat, S.T., M.T., menegaskan bahwa penurunan AKI membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Menurutnya, AKI menjadi salah satu sasaran prioritas pembangunan daerah sehingga penanganannya perlu dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor.

“AKI merupakan indikator sasaran prioritas daerah. Untuk mencapai target penurunan AKI yang signifikan, dibutuhkan peran serta dan komitmen aktif dari seluruh stakeholder terkait,” ujar Rakhmat.

Sejalan dengan hal tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekda Tuban, dr. Moh. Masyhudi, menjelaskan bahwa penguatan PPT Kespro juga selaras dengan agenda pembangunan nasional dalam RPJMN 2025–2029, khususnya penguatan sumber daya manusia dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Tim PPT Kespro memiliki peran penting dalam memperkuat sinkronisasi, koordinasi, serta pengendalian berbagai upaya kesehatan reproduksi di Kabupaten Tuban.

“Tim PPT Kespro memegang peran vital dalam sinkronisasi, koordinasi, dan pengendalian kesehatan reproduksi di daerah. Dengan sinergi lintas sektor, intervensi yang dilakukan diharapkan dapat lebih terarah dan berkelanjutan,” jelas dr. Masyhudi.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban, drg. Roikan, M.H., memaparkan strategi teknis penanganan AKI melalui pendekatan kontinum 3S, yakni sebelum, sewaktu, dan sesudah kehamilan. Dengan pendekatan tersebut, pencegahan ditempatkan sebagai bagian penting dalam setiap tahapan kesehatan reproduksi.

Menurut Roikan, upaya pencegahan perlu dilakukan sejak sebelum kehamilan, antara lain melalui edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja dan pemeriksaan calon pengantin. Setelah itu, pengawalan dilakukan selama kehamilan dan persalinan hingga masa nifas.

“Kolaborasi lintas sektor perlu dimulai sejak jenjang pendidikan menengah untuk edukasi remaja, KUA untuk pemeriksaan calon pengantin, hingga pelayanan kesehatan rujukan. Pengawalan dilakukan secara menyeluruh pada fase sebelum, sewaktu hamil dan bersalin, hingga sesudah masa nifas,” ungkap Roikan.

Untuk mendukung pengawalan tersebut, koordinasi juga perlu diperkuat antara Puskesmas, rumah sakit, BPJS Kesehatan, BAZNAS, serta berbagai unsur terkait lainnya. Dengan demikian, ibu dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang tepat dan cepat sesuai kebutuhannya.

Melalui pembentukan Tim PPT Kespro, Pemkab Tuban mendorong kolaborasi yang lebih terintegrasi dalam meningkatkan kesehatan reproduksi masyarakat. Selanjutnya, koordinasi lintas sektor yang berjalan berkesinambungan diharapkan membuat upaya pencegahan dan penanganan risiko kehamilan semakin terarah sehingga penurunan AKI di Kabupaten Tuban dapat dipercepat. (mswn/yav)

comments powered by Disqus