Cegah Kekerasan dari Desa, Dinsos P3A PMD Tuban Perkuat Relawan SAPA
- 17 June 2026 13:47
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 31
Tubankab – Upaya menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan keterlibatan aktif masyarakat hingga tingkat desa untuk mendeteksi, mencegah, dan menangani kasus kekerasan sejak dini.
Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos P3A PMD) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Relawan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) sebagai langkah strategis memperkuat upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak di tingkat desa dan kelurahan.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Rabu hingga Kamis (17–18/6), di Aula Lantai 2 Kantor Dinsos P3A PMD Kabupaten Tuban tersebut menjadi bagian dari penguatan kapasitas relawan SAPA dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, peserta yang hadir terdiri atas perwakilan perangkat desa dan kelurahan bidang kesejahteraan rakyat, tokoh masyarakat, tokoh agama, Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak tingkat desa, kader kesehatan, hingga pengurus organisasi dan lembaga kemasyarakatan.
Saat membuka kegiatan, Plt. Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinsos P3A PMD Kabupaten Tuban, Santi Wijayanti, S.E., menegaskan bahwa keberadaan Relawan SAPA memiliki peran penting dalam membangun lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak.
“Pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak bisa hanya dilakukan pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat agar upaya perlindungan bisa berjalan lebih cepat, tepat, dan menyentuh hingga tingkat desa,” ujarnya, Rabu (17/6).
Sementara itu, materi bimbingan teknis disampaikan Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Kesetaraan Gender DP3AK Provinsi Jawa Timur, Hasmaranti, S.Kom., M.I.Kom. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap mekanisme perlindungan dan penanganan kasus kekerasan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan Relawan SAPA harus memiliki kapasitas yang memadai agar mampu menjalankan peran sebagai pendamping sekaligus penghubung antara masyarakat dan layanan perlindungan yang tersedia.
“Relawan SAPA harus menjadi garda terdepan dalam mendeteksi, mendampingi, dan memberikan edukasi kepada masyarakat. Dengan kapasitas yang kuat, mereka dapat menjadi penghubung penting antara korban dan layanan perlindungan yang tersedia,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Dinsos P3A PMD Kabupaten Tuban berharap sinergi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat semakin kuat. Dengan demikian, sistem perlindungan perempuan dan anak yang responsif, inklusif, dan berkelanjutan dapat terwujud hingga tingkat desa dan kelurahan. (dno/kdg)










