Cegah Stunting dan Perbaiki Gizi Bumil, Bakorwil II Bojonegoro dan DPRD Provinsi Jatim Lakukan Sinergi
- 25 February 2025 10:30
- Yolency
- Kegiatan Pemerintahan,
- 162
Tubankab - Bakorwil II Bojonegoro memberikan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat dalam Reses I Tahun 2025 Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur (Jatim) masa jabatan 2024-2029 yang berlangsung di Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Bojonegoro, Senin (24/02).
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian reses dengan tujuan untuk mendengarkan aspirasi masyarakat, khususnya dalam upaya penurunan stunting di wilayah Jawa Timur ini dihadiri Aulia Hany Mustikasari, S.E., M.M., anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Golkar Daerah Pemilihan Jatim 12 (Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Tuban), Kepala Bakorwil II Bojonegoro, Dr. Agung Subagyo, S.STP, M.Si., Wakil Bupati Bojonegoro, Dra. Nurul Azizah, M.M., Ketua TP-PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Setyo Wahono, serta jajaran pejabat dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.
Dr. Agung Subagyo dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi antara DPRD Provinsi Jawa Timur dengan pemerintah daerah dalam upaya menekan angka stunting. Kabupaten Bojonegoro menjadi salah satu wilayah prioritas, mengingat pentingnya pemenuhan gizi ibu hamil dan balita.
Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Aulia Hany Mustikasari, menekankan pentingnya pemenuhan gizi bagi ibu hamil dan balita. Salah satu upaya yang dapat ditempuh adalah menjaga asupan makanan yang kaya protein serta memanfaatkan biskuit balita dan ibu hamil yang telah direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).
“Ibu hamil diharapkan dapat menjaga asupan makanan dengan baik, terutama dalam pemenuhan protein. Salah satu alternatif yang bisa dimanfaatkan adalah biskuit balita dan ibu hamil yang telah diformulasi khusus oleh Kemenkes. Biskuit ini mengandung suplementasi gizi yang dibutuhkan, sehingga jumlah konsumsinya harus disesuaikan dengan anjuran pada kemasan,” jelasnya seperti dilansir dari laman bakorwilbojonegoro.jatimprov.go.id.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Bojonegoro, Dra. Nurul Azizah, M.M., mengungkapkan bahwa isu kemiskinan ekstrem dan stunting telah menjadi prioritas pemerintah daerah. Berbagai program telah disiapkan untuk memastikan pemenuhan gizi masyarakat, salah satunya melalui pemanfaatan sumber pangan lokal.
“Salah satu langkah yang kami dorong adalah menghidupkan kembali kebiasaan memelihara ayam untuk panen telur sebagai sumber protein harian. Selain itu, Pemkab Bojonegoro berencana membagikan bibit lele agar masyarakat bisa memeliharanya di lingkungan rumah masing-masing,” ungkapnya.
Ketua TP-PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Setyo Wahono, juga menitikberatkan pentingnya perhatian pada pola makan ibu hamil dan balita. Dikatakan, stunting merupakan kondisi yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dan dapat berdampak pada pertumbuhan anak, sehingga ibu hamil dan balita harus memperhatikan kualitas dan kuantitas protein yang dikonsumsi serta memastikan asupan gizi yang cukup sejak masa kehamilan agar anak dapat tumbuh optimal dan terhindar dari risiko stunting.
Pada kegiatan ini, juga digelar audiensi dengan masyarakat serta pemberian bantuan biskuit ibu hamil dan balita dari Kemenkes RI. Biskuit ini merupakan makanan tambahan yang diformulasi khusus untuk memenuhi kebutuhan gizi balita dan ibu hamil.
Biskuit balita dan ibu hamil Kemenkes mengandung vitamin A, B, serta mineral seperti kalsium dan zat besi. Selain sebagai camilan sehat, biskuit ini juga dapat membantu melatih kemampuan mengunyah bayi dan mendukung perkembangan motoriknya.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi sejak dini. Upaya bersama antara DPRD, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan dapat menekan angka stunting serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bojonegoro. (*/yeni dh/hei)