dr.Titik Dyah A. Sp.KJ dalam podcast Halo Koesma bertema "Mental Health dan Stigma. (ist)

Pentingnya Pemahaman Kesehatan Mental bagi Masyarakat

Tubankab - Stigma terhadap layanan kesehatan mental masih menjadi penghambat utama masyarakat untuk datang ke psikiater. Hal itu terungkap dalam podcast RSUD dr. R. Koesma Tuban yang bertema “Mental Health dan Stigma”, Selasa (3/2), yang bertujuan untuk memberikan edukasi kesehatan jiwa.

Dalam perbincangan tersebut, Dokter Spesialis Kejiwaan RSUD dr. R. Koesma Tuban, dr. Titik Dyah A. Sp.KJ, menegaskan bahwa anggapan datang ke psikiater identik dengan kehilangan kewarasan masih kuat di masyarakat. Padahal, kondisi di lapangan justru menunjukkan hal sebaliknya. “Orang yang datang ke psikiater justru orang yang sadar penuh. Dia tahu ada masalah dan butuh bantuan,” ujar dia.

Menurut dr. Titik, pemahaman tentang kesehatan mental masih sering disederhanakan. Banyak orang mengira sehat mental berarti tidak pernah sedih atau selalu terlihat bahagia. Pandangan itu dinilai keliru. “Sehat mental bukan berarti tidak pernah sedih, tapi mampu menghadapi tekanan, tetap produktif, dan mengelola emosi,” kata dr. Titik.

Lebih lanjut, perempuan berkacamata itu menjelaskan bahwa burnout kerap muncul pada individu dengan tekanan kerja tinggi dan berlangsung dalam waktu lama. Jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi gangguan kecemasan hingga depresi. “Burnout terlihat saat kelelahan emosional muncul terus, tidak hilang meski sudah istirahat, dan mulai mengganggu aktivitas,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tren self diagnosis yang marak di media sosial. Informasi yang tidak utuh dari media sosial tersebut dinilai berisiko membuat seseorang salah melabeli dirinya sendiri. Diagnosis gangguan mental, menurut dia, membutuhkan pemeriksaan menyeluruh dan tidak bisa disimpulkan dari potongan informasi singkat.

Terkait stigma, dr. Titik menekankan pentingnya dukungan keluarga dan lingkungan. Edukasi yang tepat dinilai mampu membuka akses masyarakat terhadap layanan kesehatan mental yang tersedia, termasuk di fasilitas pemerintah.

Menutup perbincangan, dr. Titik menyampaikan pesan kepada masyarakat yang masih ragu mencari bantuan. “Ketika kamu meminta bantuan profesional, itu bukan tanda lemah. Itu tanda kamu peduli pada dirimu sendiri dan ingin berfungsi lebih baik,” pungkasnya.

Melalui edukasi berkelanjutan, pihaknya berharap masyarakat Tuban semakin memahami bahwa kesehatan mental memiliki posisi yang sama pentingnya dengan kesehatan fisik, serta perlu ditangani secara dini dan tepat. (yavid)

comments powered by Disqus