Sekda Tuban Buka Muskerkab PMI 2026, Dorong Evaluasi Kinerja dan Inovasi Layanan
- 04 February 2026 18:51
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 20
Tubankab – Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban, Dr. Ir. Budi Wiyana, M.Si., secara resmi membuka Musyawarah Kerja Kabupaten (Muskerkab) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tuban Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di Gedung KORPRI Tuban, Rabu (4/2).
Sekda Tuban Budi Wiyana menyampaikan bahwa Muskerkab merupakan agenda tahunan yang menandakan PMI sebagai organisasi yang aktif dan memiliki tata kelola yang baik. Forum ini menjadi ruang strategis untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja tahun sebelumnya sekaligus menyusun rencana kegiatan tahun 2026.
“Musyawarah kerja ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi capaian program dan prestasi yang telah ditorehkan PMI Tuban sepanjang tahun 2025. Capaian tersebut harus dipertahankan, bahkan ditingkatkan melalui evaluasi yang terukur sebagai kerangka acuan peningkatan kinerja di tahun 2026,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Sekda Tuban menjelaskan bahwa pada tahun 2026 Pemerintah Kabupaten Tuban melakukan efisiensi anggaran yang berdampak pada berkurangnya dana hibah kepada PMI. Kendati demikian, kondisi tersebut diharapkan tidak menjadi penghalang bagi PMI untuk terus berdedikasi kepada masyarakat.
“PMI merupakan organisasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. PMI tetap diharapkan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda Tuban juga memberikan apresiasi atas peran dan pelayanan PMI dalam penanganan kebencanaan di Kabupaten Tuban. Ia menekankan pentingnya sinkronisasi program PMI dengan BPBD Tuban agar penanganan bencana memberikan dampak yang lebih optimal bagi masyarakat.
Selain itu, terkait pelayanan sosial di tingkat desa, Sekda Tuban menyoroti keberadaan mobil siaga desa. Ia mendorong dilakukannya pemetaan wilayah desa maupun kelurahan yang belum memiliki mobil siaga guna menghindari tumpang tindih pelayanan serta meningkatkan efektivitas respons kedaruratan.
Pada sektor layanan kesehatan, Unit Donor Darah (UDD) PMI Tuban yang menjadi core PMI dinilai telah memberikan kontribusi nyata sepanjang tahun 2025. Meski demikian, Sekda Tuban mendorong adanya langkah-langkah inovatif agar pelayanan UDD semakin berdampak luas bagi masyarakat.
Di sisi lain, Sekda Tuban menekankan pentingnya publikasi kegiatan PMI kepada masyarakat sebagai bentuk pertanggungjawaban kinerja organisasi. “Publikasi menjadi bagian penting agar masyarakat mengetahui peran, program, dan kontribusi nyata PMI,” ujarnya.
Memasuki tahun 2026, PMI Tuban diharapkan dapat lebih maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Rencana strategis dan program kerja yang telah disusun diharapkan dapat dilaksanakan secara konsisten dan bertanggung jawab.
Budi Wiyana yang juga menjabat sebagai Ketua PMI Tuban menyoroti pentingnya kaderisasi dalam tubuh PMI. Relawan PMI diharapkan lebih dilibatkan dalam pelaksanaan program kerja. Selain itu, peran anggota PMI di tingkat kecamatan didorong agar lebih proaktif, mulai dari pelaporan kondisi wilayah, penanganan bencana, hingga koordinasi dengan markas pusat.
“Dengan kaderisasi yang baik dan peran aktif di semua tingkatan, organisasi PMI akan tetap berjalan optimal meskipun terjadi reorganisasi kepengurusan,” pungkasnya. (agus/yavid)










