Caption foto : Dinkes bekali para petugas kesehatan pengetahuan tentang pangan. (tauviq)

Dinkes Bekali Petugas Pengetahuan Tentang Pangan

Tubankab-Dalam rangka meningkatkan pengawasan pangan (makanan dan minuman) di daerah, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tuban, menggelar Pembekalan Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan bagi petugas makanan dan minuman (mamin) se-Kabupaten Tuban.

Kegiatan yang berlangsung di aula kantor setempat dan berlangsung mulai 26-28 November ini, dihadiri 40 petugas dinkes dan puskesmas yang ada di Kabupaten Tuban, Rabu (28/11).

“Jadi, petugas kita dari tingkat kabupaten (dinkes), hingga puskesmas sebagai ujung tombak Dinas Kesehatan, perlu kita bekali dengan pengetahuan tentang pangan,” ucap Dra. Esti Surahmi, Apt., Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan pada Dinkes Tuban kepada reporter tubankab.go.id.

Disampaikan Esti, dalam tiga hari tersebut, para peserta akan dibekali pengetahuan tentang bahan pangan, pengolahan pangan, bahan tambahan pangan, hingga upaya preventif untuk mencegah terjadinya keracunan pangan di masing-masing wilayah.

Ia melanjutkan, petugas di masing-masing wilayah tersebut, sebelumnya telah mempunyai program pembinaan pangan, di antaranya meliputi pembinaan industri rumah tangga pangan, Pedagang Kaki Lima (PKL), hingga kantin sekolah. Sehingga, lanjut Esti petugas tersebut nantinya akan menyampaikan pembekalan yang didapat kepada pihak-pihak yang menjadi sasaran pembinaan tersebut.“Termasuk juga warung-warung dan rumah makan di wilayah puskesmas,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, para petugas tersebut diharapkan mempunyai kompetensi dan pengetahuan yang cukup untuk dapat terjun membina masyarakat. “Tentunya nanti akan terus dilakukan pembinaan di lapangan,” terangnya.

Sementara itu, Endrika Widyastuti Kaprodi Sarjana Bioteknologi Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya Malang mengaku, pihaknya akan menyampaikan materi terkait pengetahuan bahan dan mikrobiologi pangan. “Bakteri apa saja, baik yang menguntungkan ataupun merugikan kaitannya dengan keamanan pangan itu sendiri,” ucap Endrika.

Selain itu, pihaknya juga akan menyampaikan terkait proses pengolahan pangan serta cara mengawetkan makanan yang baik dan benar. “Tanpa atau sedikit dengan penggunaan pengawet untuk diminimalisir,” terangnya.

Ditambahkannya, sebagian masyarakat,  khususnya seperti PKL ataupun industri rumah tangga, saat ini masih awam mengenai keamanan pangan. Oleh sebab itu, Endrika melanjutkan, yang perlu diedukasi bukan hanya dari pihak petugas atau pengawasnya, melainkan juga harus terdapat kegiatan yang nantinya dapat mengedukasi kepada pengusaha kecil dan menengah.

“Karena terkadang, mereka memakai bahan tambahan pangan dalam jumlah lebih atau mengolah pangan dengan cara tidak benar, itu bukan karena mereka sengaja, melainkan mereka memang tidak tahu kalau itu salah,” tutupnya. (tauviqurrahman/hei)

comments powered by Disqus