KIM Tiga Kecamatan di Tuban Dibekali Keterampilan Membuat Konten Kreatif, Ini Tujuannya
- 17 September 2026 15:59
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 32
Tubankab – Bagi pengelola Komunitas Informasi Masyarakat (KIM), media digital dapat menjadi ruang untuk mengenalkan berbagai potensi di lingkungan sekitar. Karena itu, kemampuan mengolah ide menjadi konten menjadi bekal penting agar informasi yang disampaikan lebih menarik dan mudah diterima masyarakat.
Hal tersebut menjadi bagian dari Workshop Konten Kreatif yang digelar di Pendopo Kecamatan Soko, Kamis (17/9). Kegiatan ini diikuti 35 pengelola KIM dari Kecamatan Grabagan, Parengan, dan Soko.
Sekretaris Camat Soko Karsono membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia mengajak peserta mengikuti workshop dengan semangat belajar dan terbuka terhadap pengetahuan baru. Menurutnya, keterampilan yang diperoleh akan lebih bermanfaat apabila diterapkan dan dibagikan kepada lingkungan sekitar.
“Kalau sudah kita sadari, diniati untuk mencari ilmu, bersama-sama belajar, insyaallah cepat masuknya,” ujar Karsono.
Menurut Karsono, pengelola KIM juga memiliki ruang untuk mengembangkan berbagai potensi di wilayah masing-masing melalui konten kreatif. Potensi seni maupun kegiatan masyarakat dapat dikemas menjadi informasi yang menarik sekaligus memiliki nilai tambah.
Karena itu, ia meminta peserta yang mengikuti workshop turut membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada anggota KIM maupun masyarakat lainnya. Dengan cara tersebut, manfaat kegiatan dapat menjangkau lebih banyak orang.
“Jangan takut tersaingi, tapi kewajiban menyampaikan. Jenengan yang mewakili, ada teman-teman, sampaikan,” katanya.
Workshop tersebut menghadirkan dua narasumber dengan latar belakang di bidang kreatif dan produksi konten. Ainur Ridho, desainer dan pemilik Donki Work Studio, memberikan pembekalan mengenai kreativitas dan pengolahan ide menjadi karya visual.
Sementara itu, Moh. Asyrofi, Founder Tuban Cekrek, berbagi pengalaman mengenai produksi dan pengelolaan konten digital. Materi tersebut memberikan peserta gambaran mengenai cara mengembangkan ide menjadi konten yang sesuai dengan karakter media digital.
Kehadiran kedua narasumber tersebut melengkapi pembelajaran peserta, mulai dari mengolah gagasan hingga menyajikannya dalam bentuk konten. Peserta juga memiliki kesempatan untuk mengenali potensi di lingkungan masing-masing yang dapat dikembangkan menjadi bahan informasi.
Adapun peserta workshop berasal dari tiga kecamatan, yakni Grabagan, Parengan, dan Soko. Keterlibatan pengelola KIM dari berbagai wilayah tersebut menjadi ruang untuk saling bertukar pengalaman mengenai aktivitas dan potensi masyarakat di daerah masing-masing.
Melalui workshop ini, pengelola KIM diharapkan semakin terampil membuat konten kreatif sekaligus mampu menyampaikan informasi mengenai potensi wilayah kepada masyarakat. Pengetahuan yang diperoleh juga diharapkan dapat diteruskan kepada anggota dan komunitas di lingkungan masing-masing. (yav)










