MANFAATKAN LAHAN TIDUR, OPTIMALKAN PRODUKSI KEDELAI

Tubankab - Dalam rangka mengoptimalkan produksi serta Luas Tambah Tanam (LTT) kedelai, tahun ini Pemkab Tuban mulai bekerjasama dengan Perhutani dalam pemanfaatan lahan.

Penyuluh Pertanian Madya pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tuban Supriono ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (02/03) mengatakan, sesuai arahan bupati, jika pertanian harus bisa menambah produksi, salah satunya dengan memanfaatkan lahan tidur. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memanfaatkan lahan Perhutani.

“Meskipun kedelai tidak menjadi andalan, karena produksi yang masih tergolong sedikit, jika dibanding dengan padi dan jagung, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan tahun ini mencoba memenuhi target dari pemerintah, dengan menggandeng Perhutani,” kata Supriono.

Supriono menegaskan, sosialisasi telah dilaksanakan sejak awal Februari lalu kepada masyarakat sekitar hutan. Ia menuturkan, Perhutani juga mendukung penuh langkah dari Pemkab tersebut. “Kami sudah mulai sosialisasi sejak Februari. Ini akan segera dilaksanakan,” tegasnya.

Pemanfaatan lahan sekitar hutan, menjadi pilihan untuk menambah produksi dan LTT yang menjadi bahan utama tempe tersebut. Menurut Supriono, langkah ini juga diambil guna mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kedelai impor. “Dengan produksi yang meningkat, diharapkan ketergantungan masyarakat terhadap kedelai impor bisa berkurang,” tutup penyuluh pertanian senior ini.

Diketahui, saat ini luas tanam kedelai di Kabupaten Tuban hanya sekitar 2.195 hektare, dengan luas panen 2.108 hektare. Untuk produksi 860 ton, dari target 1.219 hektare, dengan provitas 8, 57 kwintal per hektare. (nurul jamilah/hei)

comments powered by Disqus