Menjaga Tumbuh Kembang Anak Sejak Dini, Dinkes P2KB Tuban Optimalkan Peran Puskesmas dan Kader Kesehatan
- 24 August 2026 17:43
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 93
Tubankab - Memastikan anak tumbuh sesuai tahapan usianya membutuhkan perhatian sejak dini. Karena itu, kemampuan tenaga kesehatan dalam mengenali potensi gangguan tumbuh kembang terus diperkuat oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Tuban.
Penguatan tersebut dilakukan melalui Kalakarya Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) Anak di Aula Aster Dinkes P2KB Tuban, Senin (24/8). Melalui forum tersebut, pemantauan dan penanganan tumbuh kembang anak sejak usia dini menjadi perhatian utama.
Dalam sambutannya, Plt. Kepala Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Tuban, drg. Roikan, M.H., menekankan pentingnya deteksi dini untuk meminimalkan risiko penyimpangan atau kelainan tumbuh kembang pada anak di Kabupaten Tuban.
“Melalui sinergi lintas sektor dan optimalisasi SDIDTK, kita dapat memastikan setiap anak tumbuh optimal sesuai tahap perkembangannya,” tegas drg. Roikan.
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tuban, Sri Rahayu, S.Pd., hadir sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, ia menyampaikan dukungan legislatif terhadap program kesehatan dan perlindungan anak melalui pengawasan serta dukungan anggaran yang memadai.
Lebih lanjut, penguatan kapasitas kader dan tenaga kesehatan menjadi salah satu pokok pembahasan. Kemampuan mereka dalam mengenali potensi gangguan tumbuh kembang perlu terus ditingkatkan agar setiap indikasi dapat diketahui dan ditindaklanjuti secara tepat waktu.
Untuk mendukung upaya tersebut, keberlanjutan program pelatihan serta ketersediaan fasilitas penunjang di setiap pusat layanan kesehatan turut menjadi perhatian. Dengan dukungan itu, penerapan SDIDTK di tingkat layanan kesehatan diharapkan dapat berlangsung secara konsisten.
Di sisi lain, pemantauan tumbuh kembang anak tidak hanya berlangsung di fasilitas kesehatan. Peran orang tua juga diperlukan dengan memantau perkembangan anak secara berkala melalui posyandu maupun fasilitas kesehatan terdekat.
Adapun peserta kalakarya berasal dari Penanggung Jawab Kesehatan Ibu dan Anak (PJ KIA) masing-masing puskesmas di Kabupaten Tuban. Mereka diharapkan dapat meneruskan pengetahuan yang diperoleh dalam pelaksanaan pelayanan di wilayah kerja masing-masing.
Dengan demikian, penguatan kapasitas tenaga kesehatan dan kader yang disertai keterlibatan orang tua dapat mendukung pemantauan tumbuh kembang anak secara lebih dini. Setiap kebutuhan perkembangan anak pun diharapkan dapat dikenali dan ditangani sesuai tahapan usianya. (aris/yav)










