Pemkab Tuban dan DP3AK Jatim Perkuat Pencegahan Stunting, Ibu Hamil Berisiko Dapat Pendampingan Intensif
- 19 May 2026 19:15
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 5
Tubankab – Upaya mencegah stunting tidak dapat dilakukan saat anak sudah mengalami gangguan pertumbuhan. Pencegahan harus dimulai sejak masa kehamilan melalui penguatan edukasi, pemenuhan gizi, serta pendampingan intensif bagi ibu hamil berisiko. Langkah itulah yang terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jawa Timur lewat program “JATIM TERBAIK’S” (Jawa Timur Tanggap terhadap Ibu Hamil Risiko Stunting), Selasa (19/5).
Plt. Kepala Dinkes P2KB Tuban, drg. Roikan, M.H., menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dilakukan sejak dini, khususnya pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Menurutnya, fase tersebut menjadi masa krusial yang menentukan kualitas tumbuh kembang anak di masa mendatang.
“Periode 1.000 HPK merupakan fase penting sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Pada fase ini, risiko stunting harus dicegah melalui pemenuhan gizi, pemeriksaan kesehatan rutin, serta dukungan keluarga,” ujar drg. Roikan.
Ia menjelaskan, program “JATIM TERBAIK’S” dikemas melalui pembinaan pengasuhan 1.000 HPK serta pemberian bantuan spesifik kepada ibu hamil yang berisiko melahirkan anak stunting di wilayah Kabupaten Tuban. Program tersebut menjadi salah satu langkah strategis dalam percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Tuban.
Sementara itu, kegiatan tersebut menghadirkan 100 ibu hamil berisiko stunting sebagai peserta utama. Untuk memberikan pembekalan yang optimal, panitia menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai sektor, yakni Aulia Hany Mustikasari, S.E., M.M. dari DPRD Provinsi Jawa Timur, dr. Wayan Ayu Sriwardani, Sp.OG., dokter spesialis kebidanan dan kandungan, dr. Retno Ayu Adhisti, Sp.A., M.Biomed., dokter spesialis anak, serta Suswati, S.Gz. dari Persagi.
Selain menghadirkan narasumber kompeten, kegiatan ini juga didampingi 20 Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) yang mewakili 20 kecamatan di Kabupaten Tuban. Pendampingan tersebut dilakukan guna memastikan keberlanjutan program hingga tingkat lapangan.
Lebih lanjut, drg. Roikan menyebut stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak. Dampaknya juga dapat memengaruhi perkembangan kecerdasan, produktivitas, hingga kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Karena itu, melalui program “JATIM TERBAIK’S”, pemerintah menargetkan peningkatan pengetahuan ibu hamil mengenai peran keluarga dalam mencegah stunting pada masa 1.000 HPK, memperkuat deteksi dini dan penanganan ibu hamil berisiko, serta meningkatkan pemahaman terkait pemenuhan gizi seimbang selama kehamilan hingga pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI).
Di sisi lain, Dinkes P2KB Tuban juga mencermati sejumlah tantangan di lapangan, seperti rendahnya kepatuhan sebagian ibu hamil, minimnya dukungan keluarga, keterbatasan ekonomi, hingga adanya ibu hamil dengan penyakit penyerta yang membutuhkan penanganan intensif.
Untuk mengatasi berbagai hambatan tersebut, Dinkes P2KB Tuban terus memperkuat edukasi dan konseling langsung kepada keluarga, mengoptimalkan Kelas Ibu Hamil bersama puskesmas, melakukan kunjungan rumah secara terjadwal, menyalurkan dukungan sosial dan bantuan pangan bagi keluarga berisiko stunting, serta meningkatkan kapasitas Tim Pendamping Keluarga (TPK). (yavid)










