Guru peserta Workshop Penguatan Keterampilan Literasi Kelas Awal KKG Gugus II Creative Kecamatan Kerek berfoto bersama usai kegiatan di UPT SDN Margomulyo Kerek. (yavid)

Bersama INOVASI, Guru Kerek Perkuat Literasi Siswa Kelas Awal Sejak Dini

  • 12 February 2026 16:04
  • Yavid
  • Umum,
  • 19

Tubankab - Workshop Penguatan Keterampilan Literasi Kelas Awal yang digelar KKG Gugus II Creative Kecamatan Kerek di UPT SDN Margomulyo Kerek, difokuskan pada penguatan kompetensi guru dan penyusunan rencana tindak lanjut di sekolah. Kegiatan berlangsung selama lima hari dalam format komunitas belajar dan menjadi bagian dari dukungan Program INOVASI.

Sebagai informasi, INOVASI merupakan program kemitraan pendidikan yang mendukung implementasi kebijakan pendidikan. Melalui kegiatan ini, guru mendapatkan materi tentang pola pikir bertumbuh dalam pembelajaran, penguatan konsep literasi, penggunaan media seperti big book, pengenalan fonologi, hingga asesmen untuk siswa kelas awal. Pada akhir kegiatan, peserta menyusun Rencana Kegiatan Lanjutan sebagai komitmen implementasi di kelas masing-masing agar praktik baik berlanjut.

Di penghujung workshop, Pengawas Sekolah Dasar Kecamatan Kerek, Pujiati, menegaskan bahwa literasi di kelas awal menjadi fondasi utama bagi keberhasilan belajar siswa pada jenjang berikutnya. Ia menyampaikan bahwa kemampuan membaca dan memahami informasi sejak dini akan memengaruhi capaian akademik anak di kelas tinggi.

“Kegiatan penguatan literasi ini sebagai momentum penting bagi guru, karena pemahaman pembelajaran literasi di pendidikan awal akan menjadi dasar bagi perkembangan anak ke depan,” ujar Pujiati, Kamis (11/2).

Ditambahkan dia, penguatan literasi harus diikuti dengan pemahaman strategi pembelajaran yang tepat, mulai dari perencanaan, penggunaan media, hingga evaluasi hasil belajar. Guru perlu memastikan setiap kegiatan literasi di kelas berjalan terarah dan berdampak pada peningkatan kemampuan siswa.

Ia berharap peserta tidak berhenti pada penerimaan materi selama workshop, tetapi segera menerapkannya di kelas dan membagikan praktik baik kepada rekan guru lain. Dengan langkah tersebut, penguatan literasi dapat berlangsung berkelanjutan dan memberi dampak lebih luas di lingkungan sekolah.

“Bukan hanya sekadar menerima materi, tetapi menyampaikan kepada peserta didik dan mengimbaskan kepada guru lain,” tandasnya.

Sementara itu, salah satu peserta dari UPT SDN Kedungrejo 1 Kerek, Nur Kholifah, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memperluas pemahamannya tentang literasi. Ia mengaku sebelumnya memahami literasi hanya sebatas membaca buku atau teks. “Awalnya, saya mengira bahwa literasi ini hanya sebuah membaca, biasanya membaca buku atau poster,” ujarnya

Namun, setelah mengikuti workshop selama lima hari, ia memahami bahwa literasi dapat dikembangkan melalui gambar, pembuatan mini book, big book, dan buku cerita. Menurut dia, pendekatan tersebut membuat siswa lebih tertarik dan lebih mudah memahami isi bacaan karena melibatkan kegiatan menggambar, menulis, berbicara, dan menyimak secara terpadu

Sebagai tindak lanjut, ia berencana membentuk pojok buku di sekolahnya yang selama ini belum tersedia. Sebagai bahan media visual bertema literasi di kelas yang dapat mendukung pembelajaran di kelas awal. “Kami akan mengadakan pojok buku agar siswa lebih tertarik dengan kegiatan literasi,” pungkasnya. (yavid)

comments powered by Disqus