Peserta kegiatan Pengimbasan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) serta Modul Pembiasaan Karakter Hebat berdiskusi dan mengerjakan lembar praktik di SDN Kebonsari 2 Tuban. (ist)

Budaya Sekolah Aman dan Nyaman Menyebar di Tuban, Guru Berbagi Praktik Baik dari Kelas

Tubankab - Menciptakan sekolah yang aman, nyaman, dan menggembirakan bagi anak tidak cukup dilakukan melalui aturan tertulis. Sebab, pengalaman sehari-hari di kelas, cara guru berinteraksi dengan murid, hingga budaya yang tumbuh di lingkungan sekolah menjadi faktor penting yang menentukan kenyamanan belajar anak.

Kesadaran itulah yang menjadi semangat kegiatan Pengimbasan Modul Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) serta Modul Pembiasaan Karakter Hebat yang digelar Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Tuban di SDN Kebonsari 2, Kamis (18/6). Kegiatan ini diikuti 101 peserta dari sekitar 30 sekolah dasar di Kecamatan Tuban. Masing-masing sekolah mengirimkan kepala sekolah, satu guru kelas awal, dan satu guru kelas tinggi.

Adapun kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut pelatihan BSAN tingkat Kabupaten Tuban yang dilaksanakan pada Mei 2026. Para peserta yang sebelumnya memperoleh materi di tingkat kabupaten telah menerapkan modul di sekolah masing-masing, kemudian membagikan pengalaman dan praktik baik kepada sekolah lain melalui forum pengimbasan ini.

Dalam kesempatan itu, Koordinator Pengawas SD Kabupaten Tuban, Rindatuti, M.Pd., mengapresiasi antusiasme sekolah-sekolah yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, budaya sekolah yang aman dan nyaman perlu dibangun secara bersama-sama agar setiap anak dapat belajar dalam lingkungan yang mendukung tumbuh kembangnya.

Selain itu, ia mendorong kepala sekolah dan guru untuk terus menumbuhkan kebiasaan positif di lingkungan sekolah serta menjadikan hasil pelatihan sebagai bagian dari praktik pembelajaran sehari-hari.

Sementara itu, District Officer INOVASI Jawa Timur, Cahyadi Widi Wahyono, menjelaskan bahwa lahirnya Modul Budaya Sekolah Aman dan Nyaman jenjang SD berawal dari koordinasi antara Program INOVASI, Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, dan Bapperida Kabupaten Tuban dalam penyusunan program kerja sama pendidikan.

Menurutnya, modul tersebut dirancang untuk membantu guru dalam mencegah dan menangani kekerasan maupun perundungan di sekolah, sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi murid.

"Kerja sama INOVASI dengan Pusat Penguatan Karakter (PUSPEKA) menghasilkan modul yang kemudian diujicobakan di sejumlah sekolah di Indonesia, termasuk tiga sekolah dasar di Kabupaten Tuban," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa proses uji coba berlangsung sejak November 2025 hingga April 2026 melalui pendampingan, refleksi, dan penyempurnaan modul. Pengalaman tersebut kemudian menjadi salah satu dasar pengembangan kebijakan yang kini diperkuat dengan terbitnya Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.

Selain itu, Cahyadi menyebut Dinas Pendidikan dan Bapperida Kabupaten Tuban juga diundang ke Jakarta untuk memaparkan hasil penerapan BSAN di daerah. Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama untuk memperluas penerapan budaya sekolah aman dan nyaman di berbagai satuan pendidikan.

Saat ini, kegiatan pengimbasan BSAN di Kabupaten Tuban telah menjangkau enam kecamatan, yakni Bangilan, Merakurak, Kerek, Palang, Widang, dan Kecamatan Tuban.

Di sisi lain, Plt. Kepala UPT SDN Kebonsari 1 Tuban, Didik Eko Purwanto, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan memberikan perspektif baru tentang pentingnya keberpihakan sekolah kepada murid.

"Ini menjadi salah satu fondasi keberpihakan sekolah kepada siswa sekaligus mewujudkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menggembirakan. Kondisi seperti ini menjadi fondasi penting dalam menyiapkan Generasi Emas Indonesia," ungkapnya.

Karena itu, ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada tahap pelatihan, tetapi terus dilaksanakan secara terstruktur, konsisten, dan berkelanjutan sehingga dampaknya dapat dirasakan langsung oleh seluruh warga sekolah. (yav)

comments powered by Disqus