Kholiq, salah satu pedagang rujak buah di Jalan Pramuka. (devina)

Dari Kampus hingga Trotoar, Asa Bersama Menjadikan Tuban Rumah Nyaman pada 2026

  • 15 January 2026 13:53
  • Yavid
  • Umum,
  • 32

Tubankab – Pagi hari di trotoar Jalan Pramuka, Tuban, diwarnai denyut aktivitas yang saling berdampingan. Pedagang kaki lima menata lapak, sementara mahasiswa melintas menuju kampus. Dua ruang kehidupan yang berbeda itu memperlihatkan satu benang merah, yakni harapan menjadikan Tuban sebagai tempat tumbuh dan berkembang bagi semua lapisan masyarakat.

Harapan tersebut juga dirasakan Sheilatul Uftavia, mahasiswi Universitas Ronggolawe PGRI Tuban (Unirow), yang segera menuntaskan masa studinya. Menjelang kelulusan, Sheila memandang masa depan sebagai fase baru yang menantang sekaligus penuh peluang. Pengalaman para senior yang lebih dulu menyelesaikan pendidikan menjadi bahan refleksi baginya dalam menyiapkan langkah berikutnya.

Bagi Sheila, kondisi tersebut mendorong generasi muda untuk lebih kreatif dalam membaca peluang. “Prospek kerja di Tuban terasa masih sangat kurang. Ironisnya, bahkan job fair yang diadakan sering menyediakan lowongan untuk penempatan luar kota, bukan lokal Tuban,” ujarnya saat ditemui, Senin (12/1).

Dari situ, semangat berwirausaha menjadi pilihan yang dipandang menjanjikan. “Kami tidak bisa hanya menunggu lowongan. Mendirikan usaha, baik di bidang makanan atau lainnya, adalah jalan lain,” sambungnya.

Sheila menilai anak muda memiliki modal besar berupa ide, inovasi, dan kemampuan beradaptasi dengan teknologi. Ia berharap usaha yang dirintis dapat berkembang dan memberi manfaat lebih luas bagi lingkungan sekitar.

Optimisme serupa juga terlihat dari keseharian Kholiq, pedagang rujak buah di Jalan Pramuka. Sejak dini hari, ia memulai rutinitas dengan berbelanja ke pasar, menyiapkan dagangan, dan memanjatkan doa sebelum berjualan. Ia memandang kebijakan Pemkab Tuban yang memberi ruang berdagang di trotoar dengan pengaturan yang jelas sebagai bentuk perhatian terhadap pelaku usaha kecil.

“Kebijakan Pemkab Tuban yang mengizinkan berdagang di trotoar dengan pengawasan regulasi seperti mengatur jarak antarlapak dirasakan sebagai solusi dalam bentuk pemanfaatan fasilitas umum,” tutur Kholiq.

Sambil menata buah dagangannya, Kholiq menyampaikan harapan sederhana namun bermakna. “Untuk Tuban sendiri, semoga lebih baik dan lebih maju, dengan memikirkan nasib seluruh warganya,” ucapnya.

Dari kampus hingga trotoar, suara dua generasi itu berpadu dalam satu cita-cita. Menjadikan Tuban pada 2026 sebagai rumah yang inklusif, tempat anak muda dapat berkarya dan para pekerja dapat menjalani hidup dengan layak dan bermartabat. Sebuah harapan yang lahir dari keseharian, dibangun dengan kerja, dan diarahkan pada masa depan yang lebih baik. (devina/agus/yavid)

comments powered by Disqus