Prosesi Tradisi Keleman, Desa Ngino. (ist)

Tradisi Keleman Ngino Diperkuat sebagai Pelestarian Adat, Disiapkan Sinergi Wisata Budaya

Tubankab - Ratusan warga Desa Ngino memadati Wisata Sendang Asmoro, Kecamatan Semanding, Sabtu (14/2), untuk mengikuti tradisi keleman. Ritual agraris tersebut digelar sebagai bentuk syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil pertanian sekaligus doa memohon kesuburan tanaman padi dan keselamatan petani menjelang masa tanam.

Sejak pagi, warga mengikuti doa bersama dan kenduri di lokasi sendang. Prosesi dilanjutkan kirab gunungan hasil bumi serta simbol Mbok Dewi Sri dan Bapa Sedana. Pentas Tari Sanggar Pringgo Yudho dan karawitan Sekar Kinanthi Laras turut mengisi rangkaian acara. Sehari sebelumnya, Jumat (13/2), panitia juga menggelar Pentas Hadrah sebagai bagian dari rangkaian tradisi.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata Kabupaten Tuban, Mohammad Emawan Putra, dikonfirmasi di sela kegiatan menegaskan bahwa fokus utama pemerintah daerah adalah pelestarian adat dan budaya. Menurut dia, tradisi keleman merupakan warisan leluhur yang harus dijaga keberlangsungannya.

“Yang utama adalah menjaga adat istiadat masyarakat sebagai ungkapan syukur di bidang pertanian. Pemerintah hadir untuk memastikan tradisi ini tetap lestari,” ujar Emawan.

Ia menambahkan, pengembangan wisata budaya merupakan langkah lanjutan yang dikolaborasikan lintas bidang. Menurut dia, sektor pariwisata dapat mendukung promosi budaya tanpa mengurangi nilai sakral tradisi.

Lebih lanjut, Disbudporapar Tuban juga melakukan pendampingan dan pendokumentasian sebagai bagian dari penguatan data kebudayaan daerah. Langkah tersebut menjadi dasar perencanaan program lintas sektor agar tradisi dapat berkembang secara terarah.

Pada kesempatan itu turut hadir Ketua Komisi 4 DPRD Tuban Sri Rahayu, Staf Ahli Bupati Tuban Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Camat Semanding, serta Kepala Desa Ngino.

Selain itu, pihaknya juga berharap, pelestarian keleman yang digelar rutin dua kali setahun ini dapat terus dijaga masyarakat. Ke depan, tradisi tersebut diharapkan berkembang menjadi wisata budaya yang berkontribusi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tuban. (yavid)

comments powered by Disqus