Refleksi dan Implementasi Tahap I Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) digelar Kemenag Kabupaten Tuban di Aula PLHUT. Kegiatan ini diikuti kepala madrasah dan guru MI se-Kecamatan Tuban sebagai langkah awal perluasan penerapan KBC di satuan pendidikan madrasah. (fuad)

Kemenag Tuban Perkuat Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, Siap Diperluas ke Seluruh Madrasah

  • 09 February 2026 15:30
  • Yavid
  • Umum,
  • 20

Tubankab – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tuban menggelar kegiatan Refleksi dan Implementasi Tahap I Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), Senin (9/2), di Aula Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu Gedung Kantor Kemenag Kabupaten Tuban. Kegiatan ini diikuti kepala madrasah serta perwakilan guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) kelas IV, V, dan VI se-Kecamatan Tuban.

Kegiatan yang didukung Program INOVASI tersebut merupakan tindak lanjut dari Lokakarya Piloting KBC yang sebelumnya dilaksanakan pada 27–28 Januari 2026 di Gedung IAINU Tuban. Pada Tahap I ini, pelaksanaan difokuskan pada persiapan, sosialisasi, serta penanaman kesadaran (awareness) mengenai pentingnya pendekatan pendidikan berbasis kasih sayang dan nilai humanis.

Kurikulum Berbasis Cinta yang digagas Kementerian Agama RI menempatkan nilai kasih sayang, empati, dan pendekatan humanis sebagai fondasi utama pembelajaran. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan terbentuk karakter peserta didik yang cerdas sekaligus berakhlak mulia.

Provincial Manager INOVASI Jawa Timur, Tri Budi Sulistiyo, menjelaskan bahwa Kabupaten Tuban dipilih sebagai proyek percontohan karena komitmen kuat Kemenag Tuban dalam mendukung program pemerintah tersebut. Selain itu, jumlah MI yang cukup banyak dinilai menjadi potensi percepatan implementasi program.

“Jika program ini diterapkan di satu Kelompok Kerja Madrasah (KKM) dan didukung penuh oleh Kemenag Kecamatan Tuban, maka hasilnya bisa cepat terwujud dan disebarluaskan secara internal,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia berharap program KBC tidak berhenti pada tahap percontohan, melainkan terus diperluas ke kecamatan dan KKM lainnya. Menurutnya, pusat pembelajaran harus tetap berada pada murid. Dengan murid sebagai pusat, seluruh komponen pendidikan, mulai kepala madrasah, guru, pengawas, hingga Kemenag, akan berfokus pada kualitas layanan pembelajaran.

“Jika murid mendapatkan materi yang baik, guru berinovasi, kepala madrasah mengelola dengan baik, dan pengawas melakukan pembinaan optimal, maka hasilnya akan baik. Anak-anak akan belajar dengan senyum dan gembira,” tambahnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Seksi Pendidikan Agama Kemenag Tuban, Lukman Hakim, menyampaikan apresiasi kepada tim INOVASI yang telah menunjuk Tuban sebagai proyek percontohan implementasi KBC. Ia berharap implementasi tidak hanya terbatas pada 10 lembaga yang terlibat pada tahap awal.

“Kami berharap nilai panca cinta dapat diimbaskan ke seluruh madrasah di Kabupaten Tuban, sehingga murid tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga berakhlakul karimah,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, salah satu peserta, Alfi Jauharotus Sukriya dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri Tuban, menyatakan kesiapan para guru untuk menjadi teladan dalam penerapan KBC. “Kami berharap bisa memulai penerapan KBC dari diri sendiri, kemudian dikembangkan kepada murid dan lingkungan madrasah,” ujarnya.

Melalui refleksi dan implementasi tahap awal ini, Kemenag Tuban menargetkan Kurikulum Berbasis Cinta dapat membumi di satuan pendidikan serta memperkuat pembentukan karakter siswa madrasah di Kabupaten Tuban. (fuad/yavid)

comments powered by Disqus