Direktur Operasi dan Teknik Pelindo Jasa Maritim, Warsilan menyampaikan materi dalam program Pelindo Mengajar kepada siswa SMAN 2 Tuban. (yavid)

Pelindo Mengajar, Membuka Cakrawala Pelajar Tuban tentang Peluang di Dunia Maritim

  • 03 November 2026 13:17
  • Yavid
  • Umum,
  • 59

Tubankab – Berada di wilayah pesisir dengan sejarah aktivitas kepelabuhanan, Tuban menyimpan peluang besar bagi generasi mudanya untuk berkarier di sektor maritim. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya diikuti minat pelajar untuk menekuni bidang kepelabuhanan. Melalui program Pelindo Mengajar, Direktur Operasi dan Teknik Pelindo Jasa Maritim, Warsilan, mengajak siswa SMAN 2 Tuban mengenal lebih dekat dunia maritim sekaligus melihat peluang masa depan di dalamnya.

Bagi Warsilan—sapaannya, kegiatan ini memiliki makna tersendiri. Putra daerah asal Kecamatan Palang itu kembali ke lingkungan tempat asalnya untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai industri maritim serta peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ia berharap wawasan yang diperoleh para siswa dapat menjadi bekal dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.

“Program ini merupakan bagian dari upaya BUMN dan Danantara untuk memberikan pengetahuan kepada siswa agar lebih siap menghadapi dunia kerja. Selain mengenalkan peran BUMN dalam mendukung program pemerintah, kami juga berbagi pengetahuan di luar pendidikan formal, terutama terkait kemampuan soft skill yang dibutuhkan generasi mendatang,” ujar Warsilan.

Dalam pemaparannya, Pria kelahiran Tuban tersebut tidak hanya memperkenalkan Pelindo, tetapi juga menjelaskan kontribusi BUMN secara lebih luas. Termasuk berbagai program yang dijalankan untuk mendukung pembangunan dan pelayanan masyarakat, baik di kota besar maupun daerah terpencil.

Antusiasme siswa menjadi salah satu hal yang menarik perhatiannya. Sejumlah pertanyaan yang muncul menunjukkan bahwa pelajar tidak hanya tertarik pada hal-hal umum, tetapi juga mulai memahami aspek teknis dan kebijakan di sektor maritim.

Lebih lanjut, pria berkacamata itu mengapresiasi pertanyaan siswa yang menyentuh berbagai persoalan, mulai dari fungsi kapal, aturan pelayaran, hingga kebutuhan kapal tunda. Bahkan, ada pula yang mengangkat isu kebijakan energi nasional, seperti program biodiesel B50 dan upaya mengurangi impor bahan bakar minyak.

Menurutnya, pertanyaan-pertanyaan tersebut menunjukkan tumbuhnya kepedulian dan daya kritis generasi muda terhadap persoalan yang dihadapi bangsa. Hal itu menjadi modal penting bagi mereka untuk memahami perkembangan dunia kerja sekaligus menentukan bidang yang ingin ditekuni.

Lebih jauh, Warsilan menyoroti masih terbatasnya tenaga kerja asal Tuban yang berkiprah di lingkungan Pelindo, khususnya di wilayah Surabaya dan Makassar. Padahal, sebagai daerah pesisir, Tuban memiliki kedekatan geografis dan historis dengan aktivitas maritim.

“Di lingkungan Pelindo tempat saya bertugas di Surabaya, jumlah tenaga kerja dari Tuban masih sangat sedikit. Padahal, sektor kepelabuhanan dan maritim memiliki peluang bisnis serta pekerjaan yang luas. Karena itu, anak-anak dari daerah pesisir seharusnya lebih mengenal dan tertarik pada sektor ini,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, peluang di bidang maritim tidak terbatas pada pekerjaan di atas kapal. Sektor kepelabuhanan juga membutuhkan beragam keahlian, termasuk pengelolaan operasional, layanan kapal, dan infrastruktur pelabuhan. Dengan kualifikasi serta keterampilan yang sesuai, generasi muda Tuban memiliki kesempatan untuk mengambil bagian dalam industri tersebut.

Selain peluang karier, Warsilan juga menyinggung potensi pengembangan pelabuhan di Tuban. Menurutnya, Pelindo terbuka untuk berdiskusi dan menjajaki kerja sama dengan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan fasilitas kepelabuhanan. Terlebih, posisi Tuban yang relatif dekat dengan Surabaya dan Semarang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan secara lebih produktif.

Di tempat yang sama, Kepala SMAN 2 Tuban, Samsuri, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia berharap kehadiran Warsilan dapat memperluas wawasan siswa mengenai dunia maritim, sekaligus menumbuhkan minat mereka untuk melanjutkan pendidikan atau berkarier di sektor tersebut.

“Selama ini, minat anak-anak terhadap jurusan yang berkaitan dengan kemaritiman masih rendah. Kami berharap melalui kegiatan ini, pengetahuan mereka bertambah dan semakin banyak yang tertarik menekuni bidang maritim,” kata Samsuri.

Kegiatan yang diikuti 125 siswa kelas XII dan 25 guru tersebut juga menjadi bagian dari momentum peringatan Hari Jadi ke-44 SMAN 2 Tuban. Pada kesempatan yang sama, PT Pelindo Jasa Maritim melalui program Pelindo Peduli Pendidikan turut menyalurkan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa sarana dan prasarana pendidikan. Bantuan tersebut diwujudkan melalui pengeboran sumur air beserta instalasi perpipaannya untuk mendukung kebutuhan air bersih di lingkungan sekolah.

Melalui Pelindo Mengajar dan bantuan tersebut, kehadiran Pelindo tidak hanya memberikan tambahan wawasan mengenai industri maritim, tetapi juga menyentuh kebutuhan sarana pendidikan. Bagi generasi muda Tuban, pengetahuan dan dukungan fasilitas ini diharapkan dapat menjadi bagian dari bekal untuk mengembangkan potensi diri serta mengambil peran dalam industri maritim di masa mendatang. (yav)

comments powered by Disqus