Perkuat Budaya Baca, Dispersip Tuban Sosialisasikan IPLM 2026
- 26 May 2026 11:19
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 8
Tubankab - Upaya membangun kebiasaan membaca di tengah masyarakat terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Tuban. Melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip), ratusan pemangku kepentingan pendidikan dan pengelola perpustakaan desa dikumpulkan dalam Sosialisasi Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Tahun 2026 di Ruang Auditorium Perpustakaan Umum Daerah Tuban, Selasa (26/5). Langkah tersebut ditempuh untuk memperluas akses literasi sekaligus memperkuat budaya baca di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Kegiatan tersebut diikuti perwakilan sekolah tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Tuban serta pengelola perpustakaan desa. Sosialisasi difokuskan pada pemahaman mengenai IPLM sebagai indikator pembangunan sumber daya manusia melalui literasi, termasuk penguatan peran sekolah dan perpustakaan dalam membangun ekosistem membaca yang berkelanjutan.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Dispersip Tuban, Drs. Endro Budi Sulistyo dalam sambutannya menjelaskan bahwa IPLM menjadi salah satu instrumen penting untuk memotret perkembangan literasi masyarakat. Menurut dia, hasil pengukuran tersebut menjadi dasar dalam menyusun kebijakan dan program yang lebih tepat sasaran.
“IPLM tidak hanya mengukur minat baca masyarakat, tetapi juga melihat akses terhadap bahan bacaan, pemanfaatan perpustakaan, hingga kualitas layanan literasi yang tersedia,” ujar Endro.
Selain meningkatkan pemahaman mengenai pengukuran pembangunan literasi, kegiatan ini juga diarahkan untuk mendorong peran aktif sekolah dan perpustakaan desa dalam menghadirkan layanan baca yang mudah diakses masyarakat. Dispersip Tuban juga mendorong kolaborasi antarlembaga agar penguatan budaya baca tidak berjalan sendiri-sendiri.
Menurut Endro, pembangunan literasi membutuhkan keterlibatan banyak pihak karena dampaknya berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
“Literasi menjadi fondasi penting untuk menciptakan masyarakat yang cerdas, inklusif, dan berdaya saing. Karena itu, kolaborasi sekolah, perpustakaan desa, dan masyarakat harus terus diperkuat,” kata dia.
Melalui sosialisasi IPLM 2026, Dispersip Tuban berharap kesadaran terhadap pentingnya budaya baca semakin meningkat sekaligus memperkuat langkah bersama membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan di Kabupaten Tuban. (yavid)










