Peserta dan jajaran Disnakerin Tuban berfoto bersama usai menyelesaikan Pelatihan Menjahit dalam program Penumbuhan Wirausaha Baru. (ist)

Berawal dari Nol, 15 Peserta Pelatihan Menjahit Tuban Kini Mampu Membuat Busana

Tubankab – Sebanyak 15 peserta Pelatihan Menjahit dalam rangka Penumbuhan Wirausaha Baru yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Tuban berhasil menyelesaikan pelatihan selama 15 hari. Kegiatan yang didanai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tersebut berlangsung sejak 20 Oktober hingga 3 November 2026. Hasil keterampilan peserta ditampilkan melalui peragaan busana seragam kerja pada acara penutupan yang dipusatkan di Gedung UPTD Metrologi Legal Kabupaten Tuban.

Pelatihan tersebut diikuti peserta dari berbagai wilayah, meliputi Kecamatan Semanding, Tuban, Grabagan, Montong, Kerek, dan Palang. Para peserta merupakan pendaftar yang lolos seleksi berdasarkan basis data tingkat kesejahteraan (desil), guna memastikan program pemberdayaan ini tepat sasaran.

Kepala Bidang Perindustrian Disnakerin Tuban, Eryan Dewi Fatmawati, M.Ec., MSE., Ak., mengapresiasi antusiasme peserta dan dedikasi tim instruktur selama pelatihan. Ia berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat terus dikembangkan, termasuk melalui pemanfaatan fasilitas untuk belajar dan berproduksi bersama.

"Kami sangat mengapresiasi semangat para peserta. Oleh karena itu, kami mengusulkan kepada pimpinan agar tempat ini diperkenankan menjadi ruang belajar sekaligus produksi bersama bagi peserta yang belum memiliki mesin jahit sendiri," ungkapnya, Selasa (3/11).

Usulan tersebut mendapat respons positif dari Kepala Disnakerin Kabupaten Tuban, Rohman Ubaid. Ia memberikan izin kepada peserta untuk memanfaatkan fasilitas gedung sebagai tempat praktik dan produksi bersama selama tidak digunakan untuk jadwal pelatihan resmi.

"Silakan manfaatkan ruangan ini sebagai tempat praktik dan produksi bersama, selagi tidak sedang digunakan untuk jadwal pelatihan resmi," tegasnya.

Rohman Ubaid juga menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian peserta yang berhasil menguasai keterampilan menjahit dalam waktu relatif singkat. Menurutnya, keterampilan tersebut dapat menjadi modal penting untuk meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.

"Ini adalah suatu hal yang membanggakan. Dalam waktu 15 hari, para peserta sudah memiliki keterampilan dan kepercayaan diri untuk menjadi pahlawan ekonomi keluarga," tuturnya.

Ia menjelaskan, inisiatif tersebut selaras dengan visi Bupati Tuban untuk mewujudkan kemandirian masyarakat, yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kualitas pendidikan generasi penerus.

Keberhasilan pelatihan ini tidak lepas dari pendampingan tim instruktur yang terdiri dari Triana Pambudi (Rumah Jahit Hawwari), Siti Mu'tin Ni'mah (Batari Boutiq), Anis Khoirunnisa' (AKN), serta Ari Kustiyaningsih (Afna Modiste).

Mewakili tim instruktur, Triana Pambudi mengungkapkan bahwa seluruh peserta memulai proses belajar dari nol. Meski sempat mengalami kesulitan teknis pada awal pelatihan, semangat peserta untuk terus hadir dan belajar dinilai sangat baik.

"Kami yakin, jika kita mau menembus batas kemampuan diri, tidak ada hal yang tidak mungkin," ungkap Triana. Ia juga mengingatkan peserta agar terus mengasah keterampilan teknis lanjutan, seperti teknik mengobras yang membutuhkan rutinitas praktik.

Sementara itu, Musarofah, salah satu peserta pelatihan, menyampaikan rasa terima kasih atas ilmu aplikatif yang diberikan. Ia berharap program peningkatan kapasitas seperti ini dapat terus berlanjut karena memberikan manfaat bagi masyarakat yang ingin merintis usaha mandiri.

Sebagai penutup rangkaian pelatihan, seluruh peserta menerima sertifikat kelulusan. Penghargaan khusus juga diberikan kepada tiga peserta dengan hasil karya jahitan busana terbaik, yaitu Resdiyati, Sarpi, dan Juni Mariati. (fufu/yav)

comments powered by Disqus