Jelang Grand Final, 50 Kandidat Putra Putri Batik Tuban 2026 Berebut Gelar Duta Budaya
- 05 November 2026 14:17
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 45
Tubankab – Sebanyak 50 kandidat Putra Putri Batik Kabupaten Tuban 2026 bersaing memperebutkan kesempatan menjadi duta budaya daerah. Mereka merupakan peserta yang lolos seleksi administrasi dari total 142 pendaftar dan telah mengikuti seleksi tatap muka tahap semifinal di Ruang Rapat RH Ronggolawe, Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Tuban, pada Sabtu pekan lalu (31/10).
Kepala Disnakerin Kabupaten Tuban, Drs. Rohman Ubaid, memberikan apresiasi atas antusiasme generasi muda dalam perhelatan ini. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wadah strategis untuk mencetak talenta unggul yang peduli pada identitas daerah.
“Seleksi ini bukan sekadar ajang pencarian sosok yang menarik secara fisik. Kami mencari pemuda-pemudi dengan wawasan luas, karakter tangguh, serta komitmen nyata dalam menjaga dan mengembangkan eksistensi Batik Tuban di tengah dinamika zaman,” tegas Rohman Ubaid saat dikonfirmasi, Kamis (5/11).
Di tempat yang sama, Kepala Bidang Perindustrian Disnakerin Tuban, Eryan Dewi Fatmawati, M.Ec., MSE., Ak., menjelaskan bahwa ajang ini dirancang untuk melahirkan duta budaya yang mampu mempromosikan karya wastra Nusantara, khususnya kekayaan motif khas Tuban, ke kancah yang lebih luas.
"Rangkaian kompetisi ini bergulir melalui beberapa fase, mulai dari penyaringan berkas, penilaian semifinal, masa karantina, hingga malam puncak penganugerahan," jelasnya.
Secara teknis, terang Eryan, proses penjurian dipandu oleh Dewan Pembina Paguyuban Putra Putri Batik Tuban, Tri Rahmat Subagio, bersama Ketua Umum Paguyuban, Muhammad Wiladanun Mustafid. Para peserta yang berasal dari beragam jenjang pendidikan, mulai dari pelajar SMA, mahasiswa, hingga kategori umum, diuji melalui empat indikator utama: kemampuan wicara publik, pengetahuan umum, kepribadian, serta unjuk bakat.
Ketua Umum Paguyuban Putra Putri Batik Tuban, Muhammad Wiladanun Mustafid, menjelaskan bahwa setiap pos penilaian memiliki indikator tersendiri. Uji wicara publik mengukur kecakapan kandidat dalam menyampaikan gagasan, sedangkan tes pengetahuan umum dan kepribadian menggali wawasan serta integritas diri. Adapun pada sesi unjuk bakat, peserta diberi kesempatan untuk menunjukkan kreativitas masing-masing.
“Uji wicara publik mengukur kecakapan kandidat dalam menyampaikan gagasan, sedangkan tes pengetahuan umum dan kepribadian menggali wawasan serta integritas diri,” jelas Wiladanun.
Sementara itu, Dewan Pembina Paguyuban Putra Putri Batik Tuban, Tri Rahmat Subagio, menilai para kandidat memiliki potensi dan kreativitas yang beragam. Latar belakang peserta yang berbeda juga menjadi gambaran tingginya minat generasi muda untuk berkontribusi dalam pelestarian budaya lokal.
“Kami melihat para kandidat membawa potensi dan kreativitas yang luar biasa. Latar belakang mereka yang beragam justru memperkaya dinamika kompetisi sekaligus menunjukkan tingginya semangat generasi muda untuk berkontribusi bagi kebudayaan lokal,” ungkap Tri Rahmat.
Peserta yang dinyatakan lolos dari tahap semifinal selanjutnya akan mengikuti Grand Final yang direncanakan berlangsung bersamaan dengan pembukaan pameran 100% Tuban pada November 2026. Melalui ajang ini, Pemkab Tuban berharap dapat melahirkan duta budaya yang mampu mengenalkan kekayaan Batik Tuban sekaligus mengajak generasi muda turut melestarikan warisan budaya daerah. (ery/fufu/yav)










