Dinas Pendidikan Tuban Bergerak Cepat Tangani Kerusakan SDN Kutorejo III, Keselamatan Siswa Jadi Prioritas
- 03 June 2026 20:51
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 29
Tubankab - Aktivitas belajar siswa di SDN Kutorejo III, Kecamatan Tuban, dipastikan tetap berjalan meski sebagian bangunan sekolah mengalami kerusakan. Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Dinas Pendidikan bergerak cepat melakukan penanganan untuk memastikan keselamatan peserta didik tetap terjaga dan proses pembelajaran tidak terganggu.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Irma Putri Kartika, menjelaskan peristiwa robohnya sosoran atap teras terjadi pada siang menjelang sore setelah seluruh kegiatan pembelajaran selesai.
"Kejadian ini berlangsung setelah proses belajar mengajar berakhir, sehingga tidak ada siswa maupun tenaga pendidik yang berada di lokasi terdampak. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun korban luka," ungkap Irma, Rabu (3/6).
Ia menambahkan, kondisi bangunan di sekolah yang berada di Jalan KH Mustain tersebut pertama kali diketahui warga yang tinggal di depan sekolah. Temuan itu kemudian segera dilaporkan kepada pihak terkait.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim dari Dinas Pendidikan bersama Dinas PUPR Kabupaten Tuban langsung melakukan peninjauan lapangan untuk memastikan kondisi bangunan sekaligus menentukan kebutuhan penanganan.
Berdasarkan asesmen awal, bagian yang roboh merupakan sosoran atap teras di luar ruang kelas 6 di lantai dua. Kerusakan diduga dipicu material kayu penyangga yang telah mengalami pelapukan.
"Dari hasil pengecekan sementara, bagian yang mengalami kerusakan adalah sosoran atap teras luar di lantai dua. Dugaan sementara karena beberapa komponen kayu penyangga sudah lapuk," jelasnya.
Akibat kejadian tersebut, dua ruang kelas di lantai atas, yakni kelas 5 dan kelas 6, terdampak. Meski demikian, Dinas Pendidikan memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dengan penyesuaian lokasi pembelajaran.
"Keselamatan peserta didik menjadi prioritas utama. Untuk sementara, ruang kelas yang terdampak tidak digunakan dan kegiatan belajar dialihkan ke ruang kelas di lantai bawah dengan pengaturan jadwal masuk pagi dan siang. Dengan skema ini, proses pembelajaran tetap berjalan tanpa mengurangi hak belajar anak-anak," tegas Irma.
Selain melakukan penyesuaian proses belajar, langkah tanggap darurat juga langsung dilakukan pada malam hari. Penanganan awal melibatkan tenaga profesional guna mengamankan area terdampak sekaligus mencegah risiko kerusakan lanjutan.
"Malam ini juga kami lakukan penanganan awal bersama tenaga profesional. Apabila diperlukan, pekerjaan akan dilanjutkan hingga besok agar kondisi bangunan benar-benar aman dan tertangani dengan baik," ujarnya.
Lebih lanjut, Irma menyampaikan Dinas Pendidikan telah melaporkan kondisi tersebut sekaligus mengusulkan dukungan anggaran melalui Perubahan APBD Tahun 2026 untuk mendukung perbaikan secara menyeluruh.
"Kami telah melaporkan kejadian dan mengusulkan kebutuhan anggaran pada PAPBD 2026. Harapannya, penanganan tidak hanya bersifat darurat, tetapi dapat dilakukan secara tuntas sehingga keamanan dan kenyamanan lingkungan belajar di SDN Kutorejo III dapat kembali optimal," pungkasnya. (kdg/yav)










