Dispersip Tuban Bekali Pelajar dan Masyarakat Produksi Siniar, dari Public Speaking hingga Video Editing
- 15 September 2026 19:15
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 29
Tubankab – Membuat siniar tidak cukup hanya dengan memiliki ide. Cara berbicara, mengolah gambar, hingga mengelola media sosial ikut menentukan apakah sebuah konten dapat diterima audiens. Keterampilan itu menjadi materi dalam Bimbingan Teknis Kreatif Produksi Siniar yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Tuban di Aula Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Tuban, Selasa (15/9).
Kegiatan tersebut diikuti peserta dari Tim Siperda (Siniar Pelajar Daerah Kabupaten Tuban) dan Tim Simasmuda (Siniar Masyarakat Umum Daerah Tuban). Peserta Siperda berasal dari sejumlah SMA dan SMK di Tuban. Sementara peserta Simasmuda berasal dari mahasiswa, komunitas, pemerintah desa, pelajar, hingga masyarakat umum.
Kepala Bidang Perpustakaan Dispersip Kabupaten Tuban, Masykuri mengatakan bahwa perkembangan media digital memberi ruang yang semakin luas bagi pelajar dan masyarakat untuk menyampaikan gagasan melalui konten audio maupun audiovisual.
Menurut Masykuri, kemampuan membuat konten perlu diikuti dengan pemahaman mengenai cara menyampaikan pesan kepada audiens. Karena itu, peserta tidak hanya dikenalkan pada teknis produksi, tetapi juga dibekali kemampuan berbicara dan mengolah materi agar lebih menarik.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap peserta dapat memiliki bekal untuk membuat konten yang informatif, menarik, dan sesuai dengan perkembangan media saat ini,” kata Masykuri.
Ia menambahkan, keterampilan tersebut diharapkan dapat dikembangkan dalam produksi siniar Siperda dan Simasmuda. Dengan begitu, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca dan mencari informasi, tetapi juga ruang bagi masyarakat untuk menghasilkan dan menyebarkan pengetahuan melalui media digital.
Adapun materi pertama disampaikan Nur Hasanah dari RRI Tuban mengenai public speaking. Materi ini membahas kemampuan berbicara sebagai salah satu dasar dalam menyampaikan gagasan melalui siniar.
Setelah itu, peserta mengikuti materi video editing dan pengelolaan media sosial yang disampaikan Yavid Rahmat Perwita dari Dinas Komunikasi dan Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Tuban. Materi tersebut memberikan pemahaman mengenai pengolahan video serta pengelolaan konten agar dapat disampaikan melalui media sosial.
Melalui bimbingan teknis tersebut, peserta diharapkan tidak berhenti pada kemampuan membuat siniar. Mereka juga memiliki dasar keterampilan untuk mengemas gagasan menjadi konten yang dapat dinikmati dan memberi informasi kepada masyarakat. (yav)










