Aktivitas jual beli berlangsung ramai di kawasan Haul ke-517 Sunan Bonang. (yavid)

Haul Sunan Bonang Dorong Perputaran Ekonomi, Pemkab Tuban Prioritaskan UMKM Lokal

Tubankab – Ribuan peziarah yang memadati kawasan Makam Sunan Bonang setiap peringatan haul tidak hanya menghadirkan suasana religius, tetapi juga menjadi berkah bagi para pelaku usaha lokal. Memanfaatkan momentum tersebut, Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskopumdag) memprioritaskan penguatan ekonomi kerakyatan dan kesejahteraan pelaku UMKM lokal selama Haul ke-517 Sunan Bonang Tahun 2026.

Selanjutnya, melalui penataan dan pengawasan yang dilakukan secara intensif, Diskopumdag memastikan pedagang lokal mendapat prioritas untuk berjualan di titik-titik strategis yang telah disiapkan selama rangkaian kegiatan haul berlangsung. Adapun lokasi yang diperuntukkan bagi pedagang lokal meliputi Jalan Yos Sudarso, Jalan Veteran sisi barat, Jalan KH Mustain, dan Jalan AKBP Soeroko.

Kepala Diskopumdag Tuban, Gunadi, mengungkapkan kegiatan keagamaan dan budaya seperti Haul Sunan Bonang tidak hanya menjadi sarana memperkuat nilai-nilai spiritual masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian daerah. Dengan meningkatnya kunjungan peziarah dari berbagai daerah, sektor UMKM, perdagangan, kuliner, hingga jasa pendukung lainnya turut memperoleh peluang usaha yang lebih besar.

Lebih lanjut, Gunadi menyatakan seluruh pedagang yang menempati lokasi yang telah ditentukan merupakan pedagang lokal Kabupaten Tuban. Langkah tersebut merupakan bentuk keberpihakan pemerintah daerah terhadap pelaku usaha kecil agar dapat memperoleh manfaat ekonomi secara optimal dari tingginya kunjungan peziarah dan masyarakat.

"Pedagang lokal, khususnya PKL eks kawasan Sunan Bonang, menjadi prioritas utama untuk menempati lokasi yang telah disiapkan. Kami ingin momentum Haul Sunan Bonang benar-benar memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Tuban," ujarnya, Rabu (24/6).

Untuk itu, sejak Senin lalu, Diskopumdag bersama OPD terkait, Forkopimca Tuban, pihak kelurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan ketua paguyuban telah melakukan pemantauan di lapangan. Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan penataan pedagang berjalan tertib sehingga PKL lokal dapat memperoleh kesempatan dan manfaat ekonomi yang sama dalam berjualan.

Selain itu, pemantauan dilakukan untuk mengantisipasi masuknya pedagang dari luar daerah yang ingin berjualan di area yang telah ditentukan. Apabila ditemukan pedagang luar daerah berjualan di empat titik yang disiapkan bagi pedagang lokal, petugas akan melakukan penertiban sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kami sudah siaga sejak awal bersama pihak terkait untuk melakukan pengawasan. Pedagang luar daerah tidak diperbolehkan berjualan di empat titik yang telah ditetapkan dan juga tidak diperkenankan memanfaatkan kantong-kantong parkir sebagai lokasi berdagang," jelasnya.

Di sisi lain, Diskopumdag Tuban juga berupaya mencegah praktik jual beli lapak yang berpotensi merugikan pedagang lokal. Dengan demikian, seluruh lokasi yang telah disediakan dapat dimanfaatkan secara adil dan tepat sasaran oleh para pelaku usaha yang berhak.

Di samping itu, Kabid UMKM Diskopumdag Tuban, Nindya Mawardhani, menambahkan penataan dan pengaturan PKL lokal tidak dikenakan biaya apa pun. Pedagang yang mendapatkan lokasi berjualan dilarang mengalihkan, memindahtangankan, atau menjual lapak kepada pedagang lain, baik lokal maupun luar daerah. Kendati demikian, pedagang luar daerah tetap diperkenankan berjualan di luar lokasi yang diperuntukkan bagi pedagang lokal maupun area parkir yang telah ditentukan.

Sementara itu, rangkaian aktivitas perdagangan selama Haul Sunan Bonang telah dimulai sejak Rabu pukul 06.00 WIB dan akan berlangsung hingga Kamis pukul 24.00 WIB. Selama periode tersebut, diharapkan terjadi peningkatan transaksi ekonomi yang mampu mendongkrak pendapatan pelaku UMKM dan pedagang kaki lima lokal.

Adapun melalui partisipasi aktif dalam kegiatan ini, para pelaku UMKM lokal diharapkan terus meningkatkan kualitas produk, pelayanan, dan daya saing usaha. Dengan begitu, mereka dapat memanfaatkan setiap momentum ekonomi yang hadir sekaligus memperluas pasar bagi produk-produk unggulan Kabupaten Tuban. (ags/yav)

comments powered by Disqus