Peserta MPLS SRT 1 Tuban tiba di sekolah menggunakan layanan Bus Simasganteng. (yavid)

256 Siswa Tuban-Bojonegoro Ikuti MPLS di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tuban

Tubankab - Sebanyak 256 siswa dari Tuban dan Bojonegoro memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Tuban, Kamis (30/7). Kegiatan tersebut menandai dimulainya tahun ajaran 2026/2027 di sekolah yang kini menempati gedung permanen di Jalan Mondokan, Tuban.

Open House dan pembukaan MPLS dihadiri Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, Tenaga Ahli Wakil Menteri Sosial, Hendri Kurniawan, Sekretaris Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Beny Sudjanto, Forkopimda Kabupaten Tuban dan Kabupaten Bojonegoro atau yang mewakili, Kepala Bakorwil II Bojonegoro, Sekretaris Daerah beserta jajaran kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tuban, serta pimpinan instansi vertikal dan perbankan.

Pada tahun ajaran baru ini, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Tuban menerima siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA. Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Tuban Vera Khairun Nissa mengatakan, MPLS akan berlangsung hingga 25 Agustus 2026 dan dilanjutkan program matrikulasi sebelum pembelajaran reguler dimulai pada 31 Agustus 2026.

“Peserta MPLS terdiri atas 196 siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Tuban yang meliputi 16 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA. Di saat yang sama, sebanyak 60 siswa SMA dari Kabupaten Bojonegoro juga bergabung untuk satu tahun ke depan sehingga total peserta mencapai 256 siswa,” ujar Vera.

Untuk membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan sekolah berasrama, terangnya, pelaksanaan MPLS dibagi dalam empat fase. Mulai dari adaptasi lingkungan sekolah, pembentukan karakter dan kedisiplinan, pengenalan akademik, hingga fase penutupan yang berfokus pada pengembangan potensi dan kreativitas siswa.

Pada fase pra-MPLS yang berlangsung 31 Juli hingga 2 Agustus 2026, seluruh siswa baru akan menjalani Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada 1 Agustus 2026 yang difasilitasi Dinas Kesehatan dan puskesmas di Kabupaten Tuban.

Setelah itu, siswa akan mengikuti fase kesamaptaan dan penguatan karakter yang berisi materi bela negara, kemandirian, kedisiplinan, dan wawasan kebangsaan. Kegiatan tersebut melibatkan unsur TNI serta program Bakti Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian.

Memasuki fase akademik, siswa akan mendapatkan pembekalan literasi dan numerasi, literasi digital, pencegahan perundungan, pencegahan penyalahgunaan narkoba, bahaya judi online, serta perlindungan siswa. Rangkaian MPLS kemudian ditutup melalui kegiatan bertajuk Gerbang Cahaya Masa Depan yang menampilkan kreativitas dan potensi para siswa.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky daam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas hadirnya program Sekolah Rakyat di Kabupaten Tuban.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah memberikan program strategisnya di Kabupaten Tuban berkaitan dengan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1. Hari ini, alhamdulillah, kita sudah mengkolaborasikan dari Bojonegoro dan dari Tuban. Total muridnya kurang lebih sekitar 256 murid yang tergabung dari hari pertama sampai dengan hari ini," ujarnya.

Bupati menjelaskan, selama masa pengenalan lingkungan sekolah terdapat arahan Presiden agar Sekolah Rakyat berkolaborasi dengan Akademi Militer dan Akademi Kepolisian untuk membantu siswa beradaptasi dengan kehidupan berasrama, terutama dalam hal kedisiplinan dan tata tertib.

"Berkaitan dengan MPLS ini, pada tahapan pengenalan awal terhadap medannya, di kemudian hari ada instruksi dari Bapak Presiden untuk berkolaborasi dengan Akmil dan Akpol guna membantu adik-adik ini dalam proses penyesuaian diri. Khususnya terhadap hal-hal kedisiplinan atau tata cara yang ada di asrama," katanya.

Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Tuban sebelumnya beroperasi sebagai sekolah rintisan di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Tuban. Kini, seiring perpindahan ke gedung permanen, sekolah tersebut resmi berganti nama dari Sekolah Rakyat Terintegrasi 18 Tuban menjadi Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Tuban. (yav)

comments powered by Disqus