Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky berfoto bersama dua peserta barisan Putra dan Putri Indonesia usai upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Kabupaten Tuban. (agus)

Kenakan Busana Adat dan Bacakan Ikrar, Siswi Tuban Bangga Ikuti Upacara Sumpah Pemuda

  • 28 October 2026 20:56
  • Yavid
  • Umum,
  • 25

Tubankab – Mengenakan busana adat Nusantara dan membacakan ikrar Putra dan Putri Indonesia menjadi pengalaman berkesan bagi Zivania Natasya Putri, siswi SMA Negeri 2 Tuban, dan Nazwa, siswi SMA Al Huda Tuban. Keduanya mendapat kesempatan menjadi bagian dari barisan Putra dan Putri Indonesia dalam upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 Tahun 2026 di halaman Kantor Pemkab Tuban, Rabu (28/10).

Zivania mengaku senang sekaligus bangga bisa mengikuti upacara tersebut. Baginya, mengenakan busana adat dan membacakan ikrar Putra dan Putri Indonesia menjadi pengalaman istimewa yang menumbuhkan semangat kebangsaan.

“Saya senang bisa mengikuti upacara Sumpah Pemuda dan menjadi bagian dari barisan Putra dan Putri Indonesia. Apalagi, kami bisa mengenakan busana adat dan membacakan ikrar yang mengingatkan pentingnya persatuan,” ungkap Zivania.

Senada dengan Zivania, Nazwa juga mengaku bahagia bisa terlibat langsung dalam peringatan Sumpah Pemuda. Ia berharap generasi muda semakin kompak, saling menghargai, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa.

“Harapan saya, teman-teman pemuda ke depan semakin semangat belajar, berani meraih cita-cita, dan tidak mudah menyerah. Kita juga harus tetap menjaga persatuan meskipun memiliki banyak perbedaan,” tutur Nazwa.

Kebahagiaan keduanya semakin lengkap saat berkesempatan bertemu dan berfoto bersama Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, yang akrab disapa Mas Lindra. Momen tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi bagi mereka untuk terus mengembangkan potensi diri.

Dalam upacara tersebut, Bupati Tuban bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga RI yang mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”.

Mas Lindra menegaskan bahwa semangat Sumpah Pemuda harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar diperingati setiap tahun.

“Kita harus bisa menjadi generasi yang unggul, berprestasi dan memiliki karakter kebangsaan yang kuat,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, generasi muda perlu memiliki tiga karakter utama, yakni patriotik, gigih, dan berempati. Patriotik berarti mencintai Indonesia melalui pengabdian dan tindakan nyata. Gigih berarti tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan maupun kegagalan. Sementara itu, berempati berarti peduli terhadap kondisi dan kesulitan yang dihadapi orang lain.

Mas Lindra juga mengajak pemuda Kabupaten Tuban agar berani bermimpi, bekerja keras, dan terus berkarya untuk bangsa. Keberanian untuk memimpin, menurutnya, perlu diimbangi dengan kesediaan melayani dan membantu sesama.

Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 ini, generasi muda diharapkan semakin memahami bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu. Semangat persatuan, kegigihan, dan kepedulian perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, baik melalui prestasi, kegiatan sosial, maupun kontribusi nyata bagi masyarakat.

Pengalaman Zivania dan Nazwa menjadi pengingat bahwa semangat Sumpah Pemuda dapat tumbuh melalui kesempatan untuk belajar, berpartisipasi, dan mengambil peran positif. Dari generasi muda yang patriotik, gigih, dan berempati, harapan akan masa depan Indonesia terus tumbuh. (kdg/yav)

comments powered by Disqus