Perbedaan Awal Ramadan 1447 H, Bupati Tuban Ajak Warga Jaga Kerukunan
- 17 February 2026 18:33
- Yavid
- Kegiatan Bupati dan Wakil Bupati,
- 15
Tubankab - Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan tersebut diumumkan usai sidang isbat yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, dan dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar. Penetapan ini berbeda dengan keputusan Ormas Islam Muhammadiyah yang menetapkan awal Ramadan pada Rabu, 18 Februari 2026 berdasarkan metode hisab.
Sebelumnya, Kementerian Agama Kabupaten Tuban bersama Tim Badan Hisab Rukyat melaksanakan rukyatul hilal awal Ramadan 1447 H atau 2026 M di Menara Rukyatul Hilal Desa Banyuurip, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban. Pengamatan dimulai pukul 17.58 WIB ditambah satu menit. Namun, hilal tidak berhasil terlihat, baik melalui alat optik maupun mata telanjang karena posisinya masih berada di bawah ufuk.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Umi Kulsum, menjelaskan bahwa kepastian 1 Ramadan 1447 H sesuai dengan keputusan pemerintah melalui sidang isbat. Karena terdapat perbedaan, masyarakat diharapkan dapat menyikapinya dengan saling menghormati. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan dan kesatuan.
Menanggapi perbedaan penetapan awal Ramadan tersebut, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan. “Perbedaan awal Ramadan harus disikapi dengan bijak. Saya berharap masyarakat dapat menyikapinya dengan tetap saling menghormati,” ujarnya, Selasa (17/2).
Mas Lindra menambahkan, “Momentum Ramadan harus bisa dijadikan sarana untuk mempererat persaudaraan, memperkuat toleransi, meningkatkan kesalehan sosial, dan menjaga suasana yang damai serta harmonis di tengah masyarakat. Semoga amalan kita diterima oleh Allah SWT selama bulan Ramadan ini,” pungkasnya. (dadang/yavid)










