Kapolresta Tuban, Kombes Pol Jazuli Dani Iriawan, menyampaikan edukasi kepada mahasiswa dalam kegiatan PWI Tuban Goes to Campus di STAI Senori. (ist)

PWI Tuban Goes to Campus, Kapolresta Ajak Mahasiswa Jadi Benteng Hoaks dan Narkoba

Tubankab – Mahasiswa memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas informasi di tengah derasnya arus digitalisasi. Tidak hanya menjadi konsumen informasi, generasi muda juga diharapkan mampu menjadi pelopor penyebaran informasi sehat sekaligus membentengi diri dan masyarakat dari bahaya hoaks, fitnah, dan narkoba.

Pesan tersebut disampaikan Kapolresta Tuban, Kombes Pol Jazuli Dani Iriawan, S.I.K., M.Tr. Opsla, saat menghadiri kegiatan PWI Tuban Goes to Campus bertajuk Mata Pena Jurnalis dengan tema "Mahasiswa Pelopor Informasi Sehat" di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Senori, Rabu (4/11).

Dalam sambutannya, Kapolresta mengapresiasi inisiatif Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tuban yang menggelar edukasi jurnalistik bagi kalangan mahasiswa. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang penting untuk membangun sinergi antara kepolisian, insan pers, dunia pendidikan, dan masyarakat.

Ia menilai, tantangan di era digital semakin kompleks. Informasi yang beredar melalui media sosial belum tentu benar. Karena itu, mahasiswa perlu memiliki kemampuan memilah informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya kembali.

"Ketika kita membaca kemudian mengirimkan atau merepost informasi yang ternyata hoaks maupun fitnah, dampaknya bisa luar biasa di tengah masyarakat. Karena itu, mahasiswa harus cerdas dalam menyikapi setiap pemberitaan," pesan Kapolresta Tuban.

Melalui kegiatan tersebut, Kapolresta berharap mahasiswa tidak hanya memahami cara memperoleh dan mengolah informasi yang benar, tetapi juga mampu menjadi pelopor penyebaran informasi sehat di lingkungan masing-masing.

"Harapan saya, peran adik-adik mahasiswa ini bisa menjadi pelopor informasi yang sehat. Setelah mengetahui bagaimana mendapatkan informasi yang baik, diharapkan bisa ikut memberikan informasi positif kepada masyarakat," tegasnya.

Selain literasi digital, Kapolresta juga menyampaikan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba. Upaya ini dilakukan untuk membangun kesadaran dan ketahanan mahasiswa agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan barang terlarang tersebut.

Menurutnya, narkoba tidak memberikan manfaat, melainkan membawa dampak buruk bagi masa depan generasi muda. Oleh sebab itu, pencegahan perlu dilakukan sejak dini dengan melibatkan berbagai pihak.

Ia berharap kegiatan PWI Tuban Goes to Campus tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan menjangkau lebih banyak kalangan pendidikan dan masyarakat.

"Kami berharap kegiatan positif seperti ini bisa terus berlanjut. Polresta Tuban siap bersinergi dan membersamai PWI untuk menyampaikan berbagai edukasi yang dibutuhkan masyarakat, khususnya dalam membentengi generasi muda dari bahaya narkoba dan informasi yang menyesatkan," ungkapnya.

Kapolresta juga mengapresiasi seluruh mahasiswa dan pihak STAI Senori yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap ilmu yang diperoleh tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga dapat diteruskan kepada masyarakat luas.

Melalui kolaborasi antara insan pers, kepolisian, dan lembaga pendidikan, diharapkan lahir generasi muda yang kritis, bijak bermedia sosial, serta memiliki kepedulian terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya menjadi bagian dari derasnya arus informasi digital, tetapi juga mampu mengambil peran dalam menciptakan ruang publik yang sehat dan aman dari hoaks maupun penyalahgunaan narkoba.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Tuban, perwakilan Pertamina EP, PHE TEJ, TGE, ExxonMobil, PLN Nusantara Power UP Tanjung Awar-awar, Perhutani KPH Parengan dan KPH Jatirogo, BPJS Ketenagakerjaan, Forkopimka, tokoh agama, serta para dosen STAI Senori. (chusnul/yav)

comments powered by Disqus